Kreditur KSP Indosurya Mulai Urus PengembalianDana

IN
Oleh inilahcom
Kamis 16 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ribuan anggota atau kreditur bersepakat berdamai dengan pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta dalam perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) koperasi tersebut.

Diantara mereka, terutama yang lanjut usia dan kondisi sakit sudah mengurus klaim pengembalian dana dari KSP itu, sejak Selasa (14/7/2020). "Sejauh ini sudah ratusan nasabah atau kreditur yang mendaftar dengan memprioritaskan lanjut usia dan nasabah sakit," kata Ketua Pengurus KSP Indosurya Cipta, Sonia di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Proses pendaftaran kreditur prioritas untuk lansia dan kondisi sakit dibuka 14-21 Juli 2020, dengan sistem daring, atau datang langsung ke Grha Surya Kuningan, Jakarta Selatan.

Sonia menjelaskan, bagi nasabah yang sakit dapat dikuasakan dengan melampirkan rekam medis dari rumah sakit, kartu tanda penduduk, bilyet, dan surat kuasa yang identitasnya tidak sesuai bilyet.

Dijelaskan, anggota KSP di Jakarta dan luar Jakarta, dapat mengurus dananya secara daring melalui laman dengan alamat "poskoindosuryaksp.com" dengan mengikuti arahan dan petunjuk. "Ini dilakukan untuk memenuhi protokol kesehatan dan mencegah penyebaran pandemi. Di saat sama, pendaftaraan daring juga ditujukan memudahkan anggota KSP Indosurya," papar Sonia.

Tak Ingin Pailit
Saat ini, jumlah nasabah yang mendaftar secara daring mencapai 140 orang. Sedangkan yang hadir langsung di kantor KSP Indosurya, sebanyak 110 orang.

Terhadap posko ini, kuasa hukum salah nasabah, Nadhira Marianda Fitri dari Hads partnership, menyebutkan, pihaknya memilih mendaftar langsung ke Indosurya. Anggota yang diwakili dalam kondisi sakit.

Nadhira menuturkan, pengurus Indosurya meminta dokumen rekam medis dari rumah sakit, KTP nasabah, dan bilyet untuk pendaftaran penggantian uang kreditur. "Datang langsung karena memasukkan dokumen rekam medis salah nasabah dan untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci," ujar Nadhira.

Nadhira mewakili sembilan kreditur mayoritas berusia 60 tahun hingga 70 tahun, serta nasabah yang sakit dengan total dana hampir Rp40 miliar.
Sebagian besar kreditur berusia renta dengan keperluan mendesak untuk berobat, memang perlu dipermudah pengurusan dananya. Mereka sangat mendukung proposal perdamaian. "Klien ingin pembayaran lebih manusiawi dan tidak mau pailit," tutur Nadhira.

Nasabah lainnya, Gunawan, berharap sama. Dia mengurus sendiri klaimnya, dan berharap KSP Indosurya mempercepat proses pengembalian uang. Saat ini, Gunawan memerlukan uang untuk biaya pengobatan yang mendesak. "Saya harap segera direalisasikan karena perlu untuk biaya pengobatan," tutur pria lanjut usia itu.

Sebelumnya, persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tentang pengambilan voting PKPU KSP Indosurya dilakukan pada Kamis (9/7/2020). Sebanyak 73,41% sepakat dengan rencana perdamaian Indosurya. Sisanya yang 26,59% menolak damai. Kesimpulannya, proposal perdamaian yang ditawarkan Indosurya mayoritas diterima nasabah. Dalam persidangan dihadiri 4.724 anggota yang mewakili 1,1 juta anggota lainnya

Majelis Hakim Pengawas bakal menetapkan pengesahan voting pada Jumat (17/7/2020), molor dari agenda pekan lalu. Namun, penundaan ini tidak merubah hasil voting kreditur yang telah menyepakati damai dengan pengurus KSP Indosurya. [ipe]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA