Ragu, Wasekjen MUI : Masih percaya janjinya...?

IN
Oleh inilahcom
Senin 20 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Wasekjen MUI, Ustad Tengku Zulkarnain meragukan soal harta koruptor di Swiss bisa dilacak.

Adapun diketahui, dalam beberapa waktu lalu Rancangan Undang-undang tentang Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana atau Treaty on Mutual Legal Assistance(RUU MLA) antara Indonesia dengan Konfederasi Swiss telah disahkan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR RI.


Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU MLA Indonesia-Swiss, Ahmad Sahroni, mengatakan regulasi ini bertujuan untuk pemberantasan tindak pidana korupsi, hingga membawa harta melanggar hukum yang disimpan sejumlah koruptor di Swiss.

Alasan Ustad Tengku meragukan hal tersebut, merujuk pada pelarian buronan kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra.

Mengingat sang buron kelas kakap itu bisa keluar masuk Indonesia bahkan melakukan pengurusan e-KTP. Ia diketahui menyambangi Kantor Kelurahan Grogol Selatan pada 8 Juni 2020 untuk mengurus e-KTP sebagai syarat untuk mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas kasus yang menjeratnya.

"Bagaimana ceritanya mau memburu harta hasil kejahatan di bank Swiss, lha wong "maling" baru dari dalam negeri saja bisa kabur keluar negeri.
Malah ada "maling" yg bisa bolak balik ke negeri ini diuruskan E-KTP nya, Paspornya, diberi Surat Sakti dll. Masih percaya janjinya...?," tulis akun Twitter @ustadtengkuzul, dikutip Senin (20/7/2020).

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA