Cegah Kluster Baru, BIN Gelar Rapid Test di DJKN

IN
Oleh inilahcom
Rabu 22 Juli 2020
share
(Foto : Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test massal di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara DKI Jakarta di Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2020). Rapid Test diiringi dengan uji swab atau Polimerase Chain Reaction (PCR) test ini merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan guna membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Kepala Tim Wilayah Sub Gugus Tugas Covid-19 BIN Sony Arifianto mengungkapkan rapid test dan swab test ini diperuntukan khusus untuk pegawai Kanwil DJKN DKI Jakarta. Dengan rapid test ini diharapkan dapat mencegah penularan Covid-19 di lingkungan Kementerian Keuangan.

"Hari ini kami menggelar rapid test di Kanwil DJKN DKI Jakarta khususnya untuk pegawai sini untuk melakukan pemetaan dan percepatan dalam rangka mengatasi wabah COVID-19 ini," ujar Irwan.

Para pegawai Kanwil DJKN Jakarta ini diberi pelayanan gratis berupa rapid test. Bila hasilnya reaktif, akan dilakukan penanganan lebih lanjut dengan uji swab untuk memastikan positif atau negatif COVID-19. Sejak dibuka pukul 07.00 Wib sampai pukul 11.00 Wib, sebanyak 465 pegawai Kanwil DJKN Jakarta sudah mengikuti rapid test dan swab test.

"Untuk yang reaktif sampai jam 11 ini ada 23 orang. Reaktif itu belum tentu positif. Mereka langsung diikutkan swab test," katanya.

Dalam kegiatan ini, BIN mengerahkan 40 tenaga medis profesional dari Medical of Intelligence. BIN juga menyediakan 1.000 kit alat rapid test untuk kegiatan ini. Selain itu, BIN menyediakan 2 unit mobil laboratorium untuk melakukan uji swab. Mobil laboratorium ini dapat bekerja selama kurang lebih 5 jam dengan 300 sampel per harinya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara DKI Jakarta Hady Purnomo mengakui kegiatab rapid test ini membantu Ditjen Kekayaan Negara dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19. Sebab, sebagian pegawai DJKN memang diharuskan bekerja di kantor karena berurusan dengan pelayanan publik.

"Ini merupakan kegiatan bagian dari upaya pencegahan COVID-19 karena sebagaimana diketahui kami di Kanwil Dirjen Kekayaan Negara DKI beserta 5 unit kantor perwakilan yang ada di bawahnya dalam melaksanakan pekerjaan ada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang tidak bisa diselesaikan dari rumah dalam bentuk WFH (Work From Home)," tutur Hady.

Tren penyebaran Covid 19 yang menyasar perkantoran, lanjut Hady, menjadi alasan utama pihaknya melakukan pelacakan terhadap para pegawai yang bertugas di lingkungan kantor DJKN DKI Jakarta.

"Kehadiran para pegawai di kantor tentunya beresiko tinggi akan penularan COVID-19. Dengan adanya bantuan BIN lewat rapid test ini dapat membantu para pegawai DJKN untuk memastikan kondisi kesehatan masing-masing," lanjutnya.

Hady menargetkan 500 pegawai di lingkungan Kanwil DJKN DKI Jakarta untuk melakukan kegiatan tersebut. Menurutnya, jika ada yang terbukti positif Covid 19, pihaknya akan berkoordinasi dengan satuan gugus tugas Kementerian Keuangan dan melakukan prosedur protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Kami akan menerapkan kebijakan bekerja dari selama satu hingga dua minggu ke depan jika memang ada pegawai yang terbukti positif Covid 19," jelas Hady.

Meski demikian, Hady menjamin pelayanan publik yang bersifat Business Continuos Plan terus berjalan. Sebagai informasi, DJKN mempunyai tugas yaitu merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

"Kami yakinkan kegiatan pelayanan kantor DJKN akan terus berjalan," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA