Triwulan I-2020, Pendapatan STP Naik 4,3 Persen

IN
Oleh inilahcom
Rabu 22 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Hari ini (Rabu, 22/7/2020), PT Solusi Tunas Pratama (STP) Tbk, mengumumkan laporan keuangan belum audit untuk triwulan I yang berakhir pada 31 Maret 2020.

Perusahaan menghasilkan pendapatan sebesar Rp463,7 miliar di kuartal I-2020, naik 4,3% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan pendapatan kuartal I-2019. Dan, EBITDA selama triwulan ini sebesar Rp385,5 miliar, mewakili margin EBITDA sebesar 83,1%.

Per 31 Maret 2020, perusahaan mengoperasikan 6.400 menara, 38 situs penguat sinyal dalam ruangan dan total 4.724 km jaringan serat optik. Termasuk jaringan serat optik yang dioperasikan STP dibawah kemitraan "Kami juga telah meningkatkan total penyewa di menara menjadi 11.534, dan meningkatkan rasio sewa menjadi 1,80 kali," papar Nobel Tanihaha, Presiden Direktur STP dalam rilis, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

"Pelanggan utama kami terdiri dari empat operator telekomunikasi seluler terbesar dan paling layak kredit di Indonesia, yaitu XL Axiata, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom Group), PT Indosat Tbk (Indosat) dan PT Hutchison 3 Indonesia (Hutchison) yang menyumbang sekitar 87% dari pendapatan triwulan pertama 2020," imbuhnya.

Perjanjian jangka panjang STP dengan operator telekomunikasi besar, lanjutnya, memberikan pendapatan dan arus kas yang sangat signifikan dan stabil. Pada 31 Maret 2020, pendapatan yang dikontrak berdasarkan perjanjian jangka panjang sekitar Rp8,7 triliun.

"Per 31 Maret 2020, utang kotor kami adalah Rp 6.875 miliar (porsi pinjaman dalam mata uang asing dinilai menggunakan nilai lindung nilai), sedangkan kas dan setara kas berjumlah Rp683 miliar," papar Nobel.

Nobel bilang, STP sebagai penyedia infrastruktur jaringan terintegrasi utama, berada di posisi yang paling baik untuk memberikan solusi komprehensif. "Kami, membina hubungan dengan operator telekomunikasi utama di Indonesia. Kami terus menikmati sales pipeline yang kuat, didorong klien kami untuk meningkatkan jangkauan jaringan melalui densifikasi sel di daerah dengan kepadatan populasi tinggi seperti Jabodetabek di mana kami memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan," tuturnya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA