Financial Top Leader 2020

Pandemi Covid-19,Tantangan Besar Industri Keuangan

IN
Oleh inilahcom
Jumat 24 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga keuangan di seluruh dunia tengah menghadapi tantangan besar seiring dengan adanya pandemi COVID19.

Baik lembaga perbankan maupun yang juga bergerak di sektor keuangan non-bank, semua tanpa terkecuali turut terkena imbasnya. Tak terkecuali juga di Indonesia.

Dari sisi permintaan (demand side), kondisi perekonomian masyarakat sangat terbebani dengan terpukulnya sektor-sektor utama penggerak perekonomian nasional, seperti sektor industri mikro, kecil dan menengah (UMKM), industri pariwisata, perhotelan dan lain-lain.

Sementara dari sisi penawaran (supply side), lembaga keuangan perbankan dan juga non-bank turut kesulitan dalam menjalankan kinerja kredit dan pembiayaannya lantaran risiko default/gagal bayarnya demikian besar.

Dengan kondisi yang ada, keberlanjutan bisnis lembaga keuangan menjadi demikian berat. Namun demikian, roda perekonomian bagaimana pun harus terus berputar. Titik equilibrium baru dibutuhkan, salah satunya lewat restrukturisasi kredit bagi masyarakat dan nasabah kredit yang tengah kesulitan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyebutkan, laba bersih tahun berjalan, institusi pembiayaan per April 2020, turun Rp929 miliar dibandingkan Maret 2020. Sementara, penyaluran dana bank juga turun, disertai dengan tekanan pada kondisi likuiditas perbankan, meski sejauh ini masih dalam kondisi yang cukup stabil.

Kondisi lembaga asuransi juga tidak jauh berbeda. Pendapatan premi asuransi jiwa tercatat turun menjadi minus 13,8% per Maret 2020. Hal ini mendongkrak ketidakpastian, yang jika terus melanda tanpa ada solusi untuk mengatasinya, maka makin sulit bagi perbankan dan industri keuangan non-bank untuk dapat mempertahankan keberlanjutan bisnisnya.

Untuk mengatasinya, perusahaan konsultan, McKinsey, menyebut ada beberapa langkah utama yang bisa dilakukan. Pertama adalah mengimplementasikan model keuangan yang lebih fleksibel, seperto penyesuaian segmen pasar dan juga pola pengembangan produk.

Lalu, menciptakan inovasi bisnis berkelanjutan yang berfokus pada akselerasi digital. Selanjutnya adalah menerapkan mitigasi risiko bisnis dan juga stakeholder engagement.

Dan, terakhir adalah mempertahankan dan memenuhi kewajiban sosial dalam menjalankan bisnis, seperti pemberdayaan masyarakat di sektor UMKM.
Berbekal pemikiran di atas, Indonesia Financial Top Leader 2020 dengan tema Facing the Uncertainty & Transforming Business Sustainability berinisiatif memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemimpin institusi keuangan bank dan juga non-bank dalam menjhalankan perannya dalam menopang keberlanjutan bisnis perusahaannya.

Lewat Indonesia Financial Top Leader 2020, Warta Ekonomi ingin mengapresiasi kinerja para pemimpin institusi keuangan bank dan non-bank di Indonesia yang terbukti telah mampu dan sukses mengimplementasikan langkah-langkah utama sebagaimana telah disebutkan di atas.

"Melalui langkah ini, Warta Ekonomi ingin turut serta dan secara langsung berkontribusi dalam penciptaan iklim positif di dunia bisnis serta perekonomian nasional di tengah tekanan seiring adanya pandemi COVID19," ujar Chief Executive Officer (CEO sekaligus Chief Editor Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan, saat membuka acara.

Berikut sebagian penerima penghargaan Indonesia Financial Top Leader Award 2020. Yakni BRI, Bank Mandiri, BPD Bali, Bank Amar Indonesia, Adira Dinamika Multifinance, BFI Finance Indonesia, Wahana Ottomitra Multiartha, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT Sun Life Financial Indonesia, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia,
PT Great Eastern Life Indonesia, Bank BCA Syariah, Bank Central Asia, BNI Life Insurance, BPD Sulawesi Tenggara. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA