Tiga Skenario Pelindo II Hadapi Pandemi Covid-19

IN
Oleh inilahcom
Jumat 24 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II menyiapkan tiga skenario dalam menghadapi dampak pandemi bagi bisnis perusahaan. Apa saja?

Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono mengatakan tiga skenario itu meliputi skenario normal baru, disorder, dan survival. Masing-masing skenario memiliki lama waktu pemulihan yang berbeda, mulai dari 15 bulan untuk skenario normal baru, 36 bulan untuk skenario disorder, dan 48 bulan untuk skenario survival. "Kelihatannya sudah masuk skenario kedua yakni disorder. Diharapkan covid akan hilang di akhir 2020, semoga saja maksimal masuk ke disorder," Kata dia.

Arif menyebut, survival sebagai skenario terburuk dengan asumsi industri diperkirakan baru kembali tumbuh pada semester II 2021. Arif menjelaskan dampak pandemi bagi aktivitas perusahaan tidak merata.

Dampak terbesar terjadi pada sektor shipping akibat banyaknya pelabuhan ditutup karena kebijakan lockdown sejumlah negara. Sementara dari sisi warehouse (pergudangan) justru mengalami kenaikan lantaran banyaknya barang yang tidak bisa dikirim ke tujuan.

"Dari sisi pelabuhan relatif stabil, kalau pun ada penurunan masih bisa ditolerir. Dampak dari pandemi, container trade rata-rata hampir semua aktivitas pelabuhan terjadi penurunan di semua daerah," paparnya.

Pelindo II juga telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi kondisi pandemi saat ini. Arif menyebut perusahaan harus melihat ulang rencana strategi bisnis dan mengoptimalkan aset yang dimiliki demi meningkatkan pendapatan.

Kata Arif, perusahaan juga memutuskan menunda rencana melepas sebagian kepemilihan dua anak usaha yakni PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) dalam mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO pada tahun ini. "Saya sampaikan IPO dua itu saya (hold) karena situasi tidak menguntungkan sampai sampai waktu yang belum bisa ditentukan, apakah setahun, 2 tahun, atau 3 tahun," tuturnya.

Selain menunda IPO anak usaha, Pelindo II, lanjut Arif, juga akan mempertimbangkan kembali rencana mengakuisisi pelabuhan di luar negeri. Arif menilai perseroan harus kembali merevisi rencana strategis tersebut akibat adanya pandemi covid-19.

"Ada beberapa pelabuhan yang sebelumnya kita pilih, ada Vietnam, Bangladesh, dan tempat lain. Kelihatannya malah mereka juga terhantam cukup berat dan pasti akan coba kita review ulang," kata Arif.

Pelindo II, kata Arif, lebih memilih fokus mengembangkan pelabuhan-pelabuhan domestik, termasuk menjalin kolaborasi dalam pengembangan pelabuhan di Indonesia bagian timur.

Arif menambahkan, Pelindo II juga tetap melanjutkan pembangunan Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat dan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT) 2 dan NPCT 3 di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Arif memerinci progres pembangunan Pelabuhan Kijing saat ini sudah di atas 70 persen. Arif memperkirakan pelabuhan dengan nilai investasi sebesar Rp 2,7 triliun tersebut sudah bisa soft launching pada bulan ini lantaran customer yang sudah siap beroperasi di sana. "Mereka minta Agustus sudah mulai beroperasi, jadi untuk Kijing tetap berjalan, namun tentunya speednya jauh lebih rendah,"

Arif menyampaikan pengerjaan pembangunan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT) 2 dan NPCT 3 di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, akan dilanjutkan pada Agustus mendatang setelah sempat terhenti akibat beberapa hal yang harus diselesaikan. "Sudah kita persiapkan untuk mulai lagi, mungkin Agustus sudah mulai jalan lagi," pungkasnya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA