Mandiri Baja, Hipmi Ingin Krakatau Steel Bangkit

IN
Oleh inilahcom
Selasa 28 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bersinergi dengan PT Krakatau Steel (Persero/KS) Tbk, membangun kemandirian industri baja nasional.

Tujuan sinergi ini untuk memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor baja. "Sinergi ini untuk memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri baja nasional," kata Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Mardani H Maming dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (28/7/2020), saat penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim dalam rangka kolaborasi membangun kemandirian industri baja nasional.

Maming menjelaskan, fokusnya kerja sama ini dilakukan dalam rangka menguatkan sinergi antara BUMN dan swasta untuk memajukan industri baja nasional melalui pemanfaatan kompetensi, fasilitas, jasa dan produk yang dimiliki baik oleh HIPMI maupun Krakatau Steel.

"HIPMI sangat mengapresiasi Krakatau Steel khususnya Direktur Utama PT Krakatau Steel Abang Silmy Karim yang juga senior HIPMI yang berhasil membawa Krakatau Steel menjadi jauh lebih baik terlihat dari laporan keuangan semester satu yang profit dan usaha-usaha menekan efisiensi yang sudah dilakukan Krakatau Steel dalam satu tahun ke belakang. Ini merupakan terobosan Krakatau Steel setelah delapan tahun merugi," ujar Maming.

Maming juga berterima kasih kepada Direktur Utama PT Krakatau Steel yang telah mewujudkan kerja sama ini. "HIPMI bangga memiliki senior seperti Dirut KS, yang sudah benar-benar menunjukkan bahwa kader HIPMI bisa memberikan kontribusi dan performa positif sebagai profesional di BUMN. Banyak kader-kader HIPMI yang membuktikan itu, salah satunya Kepala BKPM, Menteri BUMN, dan juga Dirut KS," ucapnya.

Dia berharap, dengan adanya kerja sama ini, pemerintah bisa memproteksi dan mendukung kemajuan industri baja nasional. Salah satunya dengan sinergi BUMN dan juga proyek-proyek pemerintah, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur di dalam negeri agar menggunakan produk baja yang dihasilkan manufaktur nasional.

Selain itu, Maming meyakini, dalam lima hingga 10 tahun ke depan pemimpin bangsa Indonesia adalah anak muda dalam memasuki era bonus demografi. Namun, untuk itu, diperlukan regulasi dari pemerintah tentang agar anak muda agar berani menjadi pengusaha.

"Kalau tidak ada regulasi atau ruang lingkup, mau jadi pengusaha takut, modal susah persaingan ketat. Kalau kita tidak membuat regulasi untuk anak muda, era bencana bonus demografi yang kita hadapi. Karena kita tidak mempersiapkan anak muda kalau tidak dibuat regulasinya, tidak ada masa transisi. Anak muda harus diberi kesempatan," tuturnya.

Sementar, Silmy mengatakan, Krakatau Steel bertekad menciptakan sinergi yang harmonis dengan semua pihak untuk mendayagunakan potensi yang ada agar dapat memberikan kebaikan pada industri baja nasional.

"Krakatau Steel membuka kesempatan untuk pihak swasta khususnya pengusaha muda untuk bisa berkolaborasi dengan Krakatau Steel sesuai dengan arahan Presiden dan Menteri BUMN," jelas Silmy.

Selain kerja sama yang tertuang dalam penandatangan (MoU) antara HIPMI dan Krakatau Steel dalam membangun kemandirian industri baja untuk memajukan usaha kecil, menengah (UMKM) dan industri baja nasional, Krakatau Steel pun melakukan program hilirisasi yang sudah dimulai beberapa waktu lalu.

"Inovasi bisnis yang dilakukan Krakatau Steel dalam masa pandemi COVID-19 seperti memproduksi baja ringan merek KS juga merupakan suatu hal yang luar biasa. Krakatau Steel masuk ke hilirisasi produk tanpa mematikan pemain swasta, malah bekerjasama," tuturnya.

Silmy menambahkan, dirinya berbahagia pernah menjadi bagian dari HIPMI. Dia mengaku, diberi banyak kesempatan dan dibina banyak orang saat bergabung di HIPMI.

"Ini hal yang baik, ini menjadi utang buat saya untuk mendorong rekan-rekan yang lebih muda untuk bisa menjadi pejuang-pejuang tangguh. Saya merespon positif kerja sama ini, semangat untuk kita bisa saling mendukung. Niat baik industri baja dan kebutuhan infrastruktur, serta kebutuhan-kebutuhan akan pembangunan industri ke depan ini, bila Krakatau Steel bisa bersinergi dengan HIPMI di seluruh Indonesia tentunya saling mendukung," tutupnya.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA