Tak Bisa Punya Anak dan Ingin Adik, Balita Diculik

IN
Oleh inilahcom
Rabu 29 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Tidak butuh waktu lama, Tim gabungan khusus Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Pesanggrahan berhasil mengungkap kasus pelaku penculikan balita di Pesanggrahan. Pelaku pencurian diketahui berinsial N (48) serta P (17) berstatus anak dan ibu.

Korban Putri Rahmadhani (3) ditemukan berada di rumah terduga pelaku penculikan di wilayah Muncul, Kabupaten Tanggerang, Banten.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Budi Sartono menyampaikan motif tersangka penculikan balita ini, adalah untuk menguasai korban dijadikan adik atau anak angkat.

"Dari keterangan awal tersangka setelah di BAP, intinya ingin menguasai dijadikan adik atau dijadikan anak," kata Budi, Rabu (29/7/2020).


Dari keterangan P membawa anak tersebut guna dijadikan sebagai adik, karena sudah tidak punya saudara lagi. Sementara N mengaku sudah tidak bisa melahirkan anak, sehingga sang anak balita tersebut pulang, ia ingin menjadikan korban sebagai anaknya.

"Karena kakaknya (tersangka) sudah meninggal, jadi ingin mendapatkan saudara. Ketika ada anak-anak dibawa pulang. N merasa, ya sudah ini jadikan anak lagi," jelasnya.

Kasus ini berawal dari P bersama ibunya bertandang ke rumah neneknya yang berada satu wilayah dengan tempat tinggal korban. Lalu P membawa Putri dari rumahnya di kawasan Gang Palem RT014/ RW 004 Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ke rumah mereka di wilayah Munjul, Kabupaten Tanggerang, Banten.

Atas perbuatan tersebut kedua tersangka dijerat dengan Pasal 328 juchto 332 KUHP juchto 76F juchto 83 Undang-Undang RI Nomor 35 tshun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA