Djoko Chandra ditangkap, PB PMII Apresiasi Polri

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 01 Agustus 2020
share
(Foto : Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pelarian buronan kelas kakap kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra akhirnya selesai. Ia ditangkap Polri yang dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo melalui perintah Kapolri Jenderal Idham Azis atas perintah Presiden Joko Widodo.

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Indonesia Indonesia atau PB PMII memberikan apresiasi kepada Pemerintah dalam hal ini bapak presiden RI atas ketegasan dan keseriusan membongkar kasus Ini dengan memerintahkan jajaran kepolisian melakukan penangkapan kepada Djoko Chandra. Polri, khususnya Kabareskrim Polri telah menunjukkan respon cepat terhadap tuntutan Publik dalam mengusut kasus ini.

"Kami sangat mengapresiasi presiden jokowi yang secara tegas memerintahkan kapolri dan kabareskrim untuk menangkap Djoko Chandra dimanapun berada. "Tentu saja kita ketahui kalau Djoko Chandra itu buronan lama.Pak Jokowi menjawab keraguan publik dalam keseriusan upaya menangkap buronan yang merugikan uang negara," ujar Ketum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7/2020).

Agus mengatakan bahwa setiap kasus hukum yang terjadi harus diusut tuntas hingga ke akarnya. Dalam hal ini, lanjutnya, Kabareskrim Polri telah memperlihatkan keseriusannya.

"Kami apresiasi juga karena Polri khususnya kabareskrim telah responsif dan sangat cepat dalam merespon keinginan publik," ucapnya.

Namun, dia juga menyampaikan agar Polri tidak berpuas diri terhadap apa yang telah dilakukan. Pasalnya, masih banyak PR yang harus dituntaskan. Khususnya kasus-kasus lain yang telah merugikan negara.

"Good job buat kabareskrim dan tim yang dibentuk kepolisian dalam menangkap djoko chandra di malaysia, tapi jangan berpuas diri, tangkap juga buronan-buronan lainnya," tambahnya.

Dia menegaskan, PB PMII akan terus memberikan masukkan dan kritik. Demikian sebaliknya, dukungan dan support akan selalu mengiringi kinerja penegakan hukum.

"Kami berharap ke depan ini sebagai ajang konsolidasi internal dan perbaikan koordinasi antar lembaga penegakan hukum di negara kita,yang terlihat rapuh karena kasus ini," harapnya.

Dia juga menghimbau momentum Idul Adha ini dijadikan momentum refleksi dan ajang bersih-bersih secara keseluruhan lembaga penegak hukum di Indonesia.

"Bersih-bersih kelembagaan, menyembelih sifat2 buruk dalam penegakan hukum, itu esensi qurban," tutupnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA