Meski Ada Badai COVID-19, Kinerja BTN Tetap Oke

IN
Oleh inilahcom
Senin 03 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Paruh pertama 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp768 miliar. Ditopang pendapatan bunga bersih Rp4,43 triliun dan catatan laba operasional di luar provisi Rp1,99 triliun.

"Perolehan laba bersih pada semester I ini melebihi ekspektasi," kata Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Capaian pendapatan bunga bersih Rp4,43 triliun ini, disumbang kenaikan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 0,32% (yoy) yaitu dari Rp251,04 triliun pada semester I 2019, menjadi Rp251,83 triliun di periode yang sama tahun ini.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menjadi penyumbang pertumbuhan kredit BTN secara keseluruhan yakni memiliki porsi 45,11% dari total portofolio kredit yang tumbuh positif di level 5,84% (yoy). Dan, KPR Subsidi Bank BTN tercatat naik dari Rp107,34 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp113,61 triliun.

Di segmen kredit perumahan, Bank BTN juga telah menyalurkan KPR Non-subsidi, kredit perumahan lainnya, dan kredit konstruksi yang masing-masing Rp79,87 triliun, Rp7,56 triliun, dan Rp27,87 triliun per semester I-2020.

Dengan penyaluran tersebut, total KPR di Bank BTN tumbuh 2,47% (yoy) yaitu dari Rp188,82 triliun menjadi Rp193,49 triliun per 30 Juni 2020. Kemudian, BTN turut menyalurkan kredit senilai Rp22,91 triliun per akhir Juni 2020 untuk segmen kredit non perumahan.

Untuk rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) turun dari 2,42% per Juni 2019, menjadi 2,4% pada Juni 2020. "Perseroan juga tercatat menyiapkan rasio pencadangan yang cukup besar. Ini merupakan inisiatif perseroan dalam rangka menjaga kualitas pertumbuhan bisnis di tengah pandemi," ujarnya.

Pada semester I-2020, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Bank BTN melonjak ke level 107,9%. Atau meningkat dari 37,87% pada periode yang sama tahun lalu.

Selanjutnya, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 2,99% (yoy) dari Rp219,76 triliun pada Juni 2019 menjadi Rp226,32 triliun. Ditopang bertumbuhnya perolehan giro sebesar 13% (yoy) dari Rp52,88 triliun pada periode sama 2019, menjadi Rp59,75 triliun di kuartal II-2020.

Dengan peningkatan giro tersebut, Bank BTN mencatatkan kenaikan dana murah (Current Account Savings Account/CASA) sebesar 3,75% (yoy) dari Rp92,83 triliun menjadi Rp96,32 triliun per semester I-2020. "Kinerja positif pada kredit dan DPK telah berhasil menaikkan aset BTN sebesar 0,68 persen (yoy) menjadi Rp314,60 triliun," katanya.

Untuk Liquidity Coverage Ratio (LCR) perseroan naik ke level 132,22% pada semester I-2020 dari 105,5% di periode yang sama tahun sebelumnya.
Permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) pun turut menguat untuk menopang laju bisnis dari level 16,99% menjadi 19,1% per semester I-2020.

Sementara itu, unit usaha syariah (UUS) Bank BTN hingga semester I-2020, mencetak laba bersih Rp100,33 miliar yang didukung pertumbuhan pembiayaan syariah sebesar 3,07% (yoy) menjadi Rp23,88 triliun.

Untuk kinerja BTN Syariah tak kalah mengilapnya. Di mana, perolehan DPK mencapai Rp20,80 triliun per semester I-2020, sehingga aset UUS tumbuh 6,56% (yoy) dari Rp29,18 triliun pada 30 Juni 2019, menjadi Rp31,09 triliun pada periode sama tahun ini. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA