Hina Nabi, Warga Surabaya Ditangkap

IN
Oleh inilahcom
Rabu 05 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Surabaya - Saksi pelapor kasus menghina Nabi Muhammad SAW bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (5/8/2020).

Dalam sidang yang digelar secara teleconference ini, saksi palapor yakni Hanafi dan M.Yasin menyatakan mereka tak terima atas apa yang dilakukan Terdakwa Bambang Bima Adhis Pratama alias Bimbim.

Di hadapan mejelis hakim saksi Hanafi mengatakan dirinya melaporkan terdakwa pada tanggal 15 April 2020 setelah ia mengetahui video di Instagram bimbimadship/bimaadhisp@gmail.com. Dia tidak terima Nabi Muhammad jadi bahan hinaan.

"Bimbim itu memplesetkan sebuah lagu yang syairnya sebenarnya. Karena yang dihina itu Nabi Muhammad," kata Hanafi.

Namun saat ditanya, apa saksi mengetahui, apa tujuan terdakwa membuat video tersebut, saksi Hanafi tidak tau apa maksud video dibuat. Namun dugaan kuat, terdakwa dalam keadaan mabuk.

"Saya hanya mengetahui syair itu diplesetkan dengan lirik Aisyah romantisnya cintamu dengan Nabi, dengan Baginda kau pernah minum anggur merah, sambil tertawa," kata saksi M Yasin menjawab pertanyaan hakim.

Bimbim diringkus, Selasa (14/4/2020) sekitar pukul 09.00, di rumahnya tanpa perlawanan. Setelah terciduk, Bimbim menangis di hadapan wartawan dan memohon maaf atas perkataannya itu.

"Saya mohon maaf sekali lagi, banyak banyak mohon maaf. Saya sudah menghina agama saya sendiri. Kepada umat Islam, seluruh masyarakat saya minta maaf. Sekali lagi banyak-banyak minta maaf," kata Bimbim sambil terisak.

Diakuinya, saat kejadian ia dalam pengaruh minuman beralkohol dan sedang pesta miras bersama teman-temannya. Meski menangis dan mengaku menyesal, tak membuat Bimbim bisa lepas dari jeratan Pasal 45 A Ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE Pasal 28, dengan ancaman hukuman 5 tahun. [beritajatim]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA