KPK Batal Periksa Pemegang Aset Istri Nurhadi

IS
Oleh Ivan Setiyadi
Rabu 05 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak jadi memeriksa pegawai Mahkamah Agung (MA), Kardi.

Kardi sedianya diperiksa dalam perkara suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016.

"Kardi, SH, MH (PNS) jadwal pemeriksaan minta direschedule," kata Ali dalam keterangannya, Rabu (5/8/2020).

Sebelumnya, KPK diketahui tengah menelusuri aset milik istri Nurhadi, Tin Zuraida, yang dikuasai pihak lain.

Penulusuran dilakukan untuk lebih mengembangkan terkait adanya peristiwa dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Diketahui, salah satu pihak yang dicurigai menguasai aset milik Tin adalah Kardi.

Ali sendiri pernah membeberkan jika aset kepunyaan Tin Zuraida yang dikuasai Kardi adalah mobil Mitsubishi Pajero.

Akan tetapi, Ali belum bisa berspekulasi lebih jauh apakah Tin dan Kardi bakalan jadi tersangka dalam jeratan TPPU.

Ali juga belum merinci aset lain milik Tin Zuraida yang diduga dikuasai Kardi. Begitu juga keterkaitan antara Tin dengan Kardi yang membuatnya menguasai sejumlah aset.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga orang menjadi tersangka, yakni Nurhadi, Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi), dan Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

KPK menduga Nurhadi melalui Rezky menerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar.

Uang itu diduga diberikan agar Nurhadi mengurus perkara perdata antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (BKN).

KPK menyebut menantu Nurhadi menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA