Sandi:Pasar Modal & UMKM Selamatkan RI dari Resesi

IN
Oleh inilahcom
Jumat 07 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, Indonesia dibayangi resesi ekonomi akibar pandemi COVID-19. Hal ini tak hanya dialami Indonesia, negara sebesar Amerika Serikat saha sudah jatuh ke jurang resesi.

Menurut ekonom muda Sandiaga Uno, resesi ekonomi diprediksi menghantam Indonesia di tengah pandemi virus COVID-19. Menurut pria yang akrab disapa Sandi itu, ancaman resesi semakin nyata jika peningkatan jumlah kasus baru Corona tak bisa ditekan.

"Saya sampaikan bahwa kita masuk ke resesi sudah semakin nyata di depan kita, apabila skema Penyaluran Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) ke Pemda dan UMKM lambat realisasinya, Harusnya delapan propinsi yang share PDB (nasional) tertinggi diberikan skema khusus pinjaman dengan bunga 0%. Pastikan cepat realisasinya serta besar nilainya," papar Sandiaga di sela MoU Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan KAHMIPreneur di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Dia menegaskan, di kuartal II-2020 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami kontraksi -5,32%. Jika Kuartal Tiga mau selamat Harus Jadikan Pemda dan UMKM sebagai Garda Terdepan dalam Penyerapan anggaran Penggerak sektor Riil.

"Untuk dana PEN melalui Jalur Himbara dan bank pembangunan daerah, sudah berjalan baik. Tapi nilainya kan kecil hanya Rp30 triliun. Belum mampu menopang secara menyeluruh daya beli yang terus menurun. Pasar modal bisa menjadi alternatif pendanaan UMKM. Karena itu, MoU antara BEI dengan KAHMIPreneur, sangar tepat. Apalagi Hoesen, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal DK OJK," papar Sandiaga.

Dia mengatakan, pemerintah harus segera mempercepat realisasi program Pemulihan Ekonomi menghindari resesi. Adapun percepatan yang harus dikebut dari program PEN adalah penyaluran anggaran kesehatan, bantuan sosial (bansos) untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, dan dorongan pada sektor UMKM serta Korporasi Pada Industri Padat Karya.

Sementara Anggota Komisi XI DPR adari Garindra, Kamrussamad mengatakan, tim Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), seharusnya dipimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani. "Karena desain skema kebijakan Keuangan negara serta industri keuangan untuk mengatasi dampak Pandemi COVID-beliau (Sri Mulyani) yang siapkan sejak awal, sesuai UU No 2 tahun 2020," papar Kamrussamad.

Pendiri KAHMIPreneur ini juga mengapresiasi program bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk untuk 13, 8 juta pekerja non PNS dan Non BUMN yang gaji di bawah Rp5 juta. "Penentuannya berbasiskan data BPJS Ketenagakerjaan, dan pemberian BLT selama 4 bulan. Ini kami yakin bisa meningkatkan daya beli pekerja. Namun , belum tentu bisa menyelamatkan resesi ekonomi," papar Kamrussamad yang mewakili KAHMIPresner usai MoU BEI dengan KAHMIPreneur saat MoU dengan BEI.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA