Rugi RP 18 Miliar Belasan Korban Lapor Polisi

IN
Oleh inilahcom
Jumat 07 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - LQ Indonesia Lawfirm melaporkan Fikasa Group dengan terduga terlapor berinsial AS, ES, BS, DS dan TW atas dugaan penipuan, pidana perbankan, dan penipuan pasar modal dengan kerugian sekitar Rp18 miliar dari 11 orang korban dengan LP # TBL 4672/VIII/YAN 2.5/2020/ SPKT PMJ Tanggal 7 Agustus 2020.

Pelapor Advokat Bryan Roberto Mahulae, menjelaskan bahwa LQ Indonesia Lawfirm dipercaya oleh masyarakat khususnya para korban untuk menjadi kuasa hukum untuk mengawal kasus dugaan penipuan, UU Perbankan dan pencucian uang yang diduga dilakukan oleh para Terlapor.

Bryan selaku kuasa hukum mengatakan bahwa ini adalah Laporan Polisi ke 3 yang ditangani oleh LQ Indonesia Lawfirm untuk Fikasa Group.

Modus pidana yang dilakukan adalah dengan menerbitkan surat hutang dan Repo melalui anak perusahaannya PT Wahana Bersama Nusantara dan Tiara Global Propertindo yang berujung hilangnya dana nasabah yang disetorkan.

"Telah dibuka Posko Korban Investasi Fiktif di 0818899800 untuk para korban masyarakat yang terkena kerugian investasi bodong," kata Bryan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2020).

Sementara itu, advokat Alvin Lim, SH, MSc ,CFP sebagai founder LQ Indonesia Lawfirm menyampaikan keprihatinan karena maraknya perusahaan investasi bodong yang memakan korban masyarakat.

Timbulnya korban di masyarakat tentunya tidak lepas dari kurangnya pengawasan dan pencegahan dari regulator perusahaan keuangan.

Apakah OJK sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, apabila laju korban investasi bodong terus bertambah? Lebih lanjut Alvin Lim, meminta agar Presiden Jokowi sebagai kepala negara untuk mau perduli terhadap penegakan hukum terutama memberantas investasi bodong.


"Kami berharap bahwa bapak Presiden bisa menjadi kepala negara yang membawa perubahan hukum untuk menjadi lebih baik," tuturnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA