Ekonomi Anti Resesi, BPDPKS Tumbuhkan UMKM Sawit

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 08 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Mungkin tak banyak yang tahu, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sektor sawit tumbuh pesat. Seiring berkembangnya industri sawit di tanah air. Langkah penting di tengah ancaman resesi ekonomi.

Dalam Dialog Webinar UMKM Sawit Sesi-I yang diinisiasi Majalah Sawit Indonesia bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Jumat (7/8/2020), terkuak banyak sekali produk yang berbahan baku dari kelapa sawit. Mulai sari sabun mandi, hand sanitizer, dodol dan gula merah, mie instant hingga pupuk. Acara webinar ini digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-75 dan Hari Nasional UMKM.

Prof Erliza Hambali, inovator dan pengelola UKM hand sanitizer mengatakan, peran BPDPKS dalam pengembangan UKM berbasis kelapa sawit, sangat besar. Program pelatihan dan bantuan dari BPDPKS diharapkan tetap ada di masa depan. "Kami merasa sangat terbantu," papar Erliza.

Saat ini, Erliza yang juga CEO PT Ratu Bio Indonesia berhasil mengembangkan produk Cleaning Solution beruba sabun antiseptik dan bakteri, hand sanitizer, sabun cair dan banyak yang lainnya. "Hand soap dari sawit itu alamiah, bahan bakunya dari alam. Selain itu, mengandung Metil Ester Sulfonat (MES) dari sawit yang berguna untuk melepaskan kotoran dari kulit," ungkapnya.

Keunggulan lain dari hand soap dari sawit, lanjut Erliza, adalah kandungan gliserol yang lembut di tangan. Berbeda dengan hand soap dari bahan kimia yang biasanya membuat kulit tangan menjadi kasar. "Untuk hand sanitizer, peran gliserol sawit membuat tangan tidak kering. Kalau hand sanitizer kebanyakan kan bikin kering tangan," terang Erliza.

Selanjutnya dia berharap, BPDPKS terus mengembangkan riset perkelapasawitan. Agar sawit bisa memiliki nilai tambah. Yang pada akhirnya mendorong perekonomian, dan petani sawitnya semakin sejahtera.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Direktur Kemitraan BPDPKS, M Ferian mengatakan, BPDPKS tertarik untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan, yakni bahan bakar nabati (BBN) dari sawit. "Kita dorong petani integrasikan sawit dengan pengembangan bio-hydrocarbon fuel. Ini merupakan komitmen BPDPKS dalam mendukung energi baru terbarukan (EBT)," papar Ferian.

Sejauh ini, kata Ferian, BPDPKS terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani sawit. Ke depan, petani sawit diharapkan mampu memberikan nilai tambah dari sawit yang dipanennya. Tentu saja, petani sawit perlu diberi skill atau pengetahuan terlebih dahulu.

Di mana, BPDPKS menginginkan petani bersatu membetuk kelompok tani atau koperasi. Selanjutnya, BPDPKS akan memberikan pelatihan terhadap kelompok tani tersebut. Setelah mendapatkan ilmunya, kelompok tani tersebut bisa mendirikan UMKM sektor sawit.

"BPDPKS memiliki program pelatihan petani dan sumber daya manusia (SDM) industri sawit. Tentunya dengan melihat passion mereka. Ada pengalaman, usulannya pelatihan membuat briket. Namun anggotanya lebih cocok mengolah serabut sawit. Jangan sampai seperti itu," tuturnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA