Ahok Bicara 'Tegang-Nya' Aksi 411

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 08 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Aksi 4 November 2016 atau dikenal dengan 411 kala menjadi sorotan publik terkait kasus dugaan penghinaan agama atas ucapan "dibohongi Surat Al Maidah" oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

4 tahun berlalu, Ahok menceritakan kembali lewat akun Youtube-nya di moment kejadian 411 itu. Ahok menyebut kala itu banyak aparat di rumahnya.

Cerita Ahok ini ia sampaikan saat berbincang dengan Host Makna Talks, Iyas Lawrence. Kutipan perbincangan mengenai demo yang dikenal dengan sebutan 411 itu diposting di akun YouTube Ahok, 'Panggil Saya BTP'.

"Ngomongnya nanti salah lagi saya. Jujur aja gitu ya, waktu terjadi demo segala macam, saya di rumah betul-betul saya bisa tidur. Memang ada aparat (yang menyatakan) saya harus diungsikan waktu itu. Ada ibu saya, semua," ujar Ahok dalam akun YouTube-nya 'Panggil Saya BTP' seperti dilihat, Sabtu (8/8/2020).

Mantan Gubernur DKI JAKARTA ini menuturkan bahwa ia sempat diminta oleh aparat untuk mengungsi ke tempat aman yaitu di pulau. Namum Ahok dan keluarga akhirnya memutuskan untuk tetap berada di rumahnya.

"Lalu kami putuskan, kalau diungsikan ke pulau, ke mana-mana, justru, ini minta maaf saja ya kalau sampai ada orang rencana mau bunuh saya pun, justru dibawa ke pulau ke tempat itu, nggak ada orang yang tahu, lebih gampang bunuh saya. Udah gitu berita bisa nggak ada kan," cerita Ahok.

Ahok yang kini menjabat Komisaris Utama (Komut) Pertamina itu mendengarkan permintaan ibunya, Buniarti Ningsih, yang meminta agar Ahok sekeluarga tetap tinggal di rumah. Ahok meminta aparat kepolisian untuk menjaganya dan keluarga tanpa harus membawa mereka pergi dari rumah.

"Saya bilang sama mereka, saya nggak mau pergi. Dia bilang nanti bisa serbu masuk ke dalam rumah. Ya itu kan tugas kalian menjaga di depan. Kalau kalian takut ya tinggalin aja. Saya lebih baik mati di rumah satu keluarga, itu beritanya masih ada orang tau. Terbunuh di rumah. Rumah saya dibakar, dikeroyok, masih ada orang tahu," sebutnya.

"Kalau saya diungsikan dengan helikopter ke pulau, ke mana, lalu kalian kalau ada oknum yang bunuh saya, ini kan perang ideologi kan, ini kan soal keyakinan. Kalau sudah keyakinan kan susah mau megang siapa, gitu. Ibu saya bilang 'apapun terjadi, kita dalam rumah, jangan keluar. Mau mati terbunuh pun, dalam rumah aja matinya'. Supaya dunia akan mencatat kan. Kalau kamu hilang nggak ada yang tahu lho. Bisa fitnah macam-macam. Bisa bilang kamu kabur, bisa bilang kamu tenggelam, macam-macam versinya," tambah Ahok.

Ahok menyatakan keputusannya untuk tetap tinggal di rumah meski di demo dimana-mana oleh sejumlah ormas islam adalah cara terbaik untuk menghadapinya.

Dalam kasus ini, Ahok akhirnya dinyatakan bersalah melakukan penistaan agama dan dihukum 2 tahun penjara dan menjalani masa tahanannya di Mako Brimob.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA