Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja di Panel Telkom

IN
Oleh inilahcom
Minggu 09 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten membongkar jaringan pengedar narkoba jenis ganja seberat 159 kilogram, yang modusnya dikemas ke dalam peti dan empat buah panel Telkom untuk mengelabuhi petugas di lapangan.

Direktur Reserse Nakeoba Polda Banten, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan ada sembilan orang pelaku yang diamankan di Rest Area Bogeg, Banjar Agung, Kota Serang, Banten. Menurut dia, para pelaku punya peran yang berbeda dalam mengedarkan barang haram tersebut.

"Mereka para pelaku ini memiliki peran masing-masing, ada yang berperan sebagai pengirim barang, penerima barang dan mengawasi pengiriman barang haram tersebut," kata Susatyo, Minggu (9/8/2020).

Menurut dia, narkoba jenis ganja ini dikirim oleh pelaku SP (33) dari Aceh dan diawasi pelaku RN (31) dalam proses packing serta perjalanan barang di Aceh. Sedangkan, pelaku MN (43) perannya pengepul barang atau pemegang barang di Aceh.

"Pelaku HN (39) berperan sebagai penjemput barang dari gudang menuju Kantor Ekspedisi Aceh, dan pelaku FR (39) perannya membantu proses packing ganja di Aceh," jelas dia.

Selanjutnya, Susatyo mengatakan pelaku yang menerima barang ganja yakni BY (35) dan YN (30) perannya sebagai pengatur pengambilan barang dan pengawas jalur barang di Jakarta. Makanya, pelaku BY ditangkap di kawasan Cideng, Jakarta Pusat.

"Kemudian, pelaku AS (37) bersama MR (31) perannya mengatur pengambilan barang dan pengawas jalur barang di Bogor, Jawa Barat" ujarnya.

Sementara Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, AKBP Indra Gunawan menjelaskan kronologi pengungkapan 15 paket narkoba jenis ganja yang dilakban cokelat dengan total 159 kilogram. Menurut dia, proses penyelidikan dilakukan sejak Juli 2020.

"Awal bulan Juli 2020, kami mendapatkan informasi ada pengiriman narkotika jenis ganja dalam jumlah besar dari Aceh menuju Jakarta dan kemudian dilakukan pendalaman informasi," kata Indra.

Selanjutnya, Indra mengatakan tim surveilance di Aceh melakukan monitor barang masuk di Cipta Mandiri Cargo (CMC) dan diberangkatkan ke Jakarta. Kemudian, target diketahui telah tiba di Bakaheuni, Lampung dan menyeberang ke Merak.

"Tim surveilance langsung menghadang dan menangkap pelaku di KM 64 rest area tol. Begitu digeledah, ditemukan narkoba jenis ganja dalam truk pengiriman barang dilanjutkan pemindahan dalam rangka penyitaan," jelasnya.

Menurut dia, pelaku mengedarkan narkoba jenis ganja ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat untuk mendapatkan keuntungan Rp.2.500.000 per kilogram. Maka, jumlah uang yang didapat sekitar Rp 397.500.000 dari total ganja seberat 159 kilogram.

"Modusnya, ganja dikemas ke dalam peti dan empat buah panel Telkom untuk mengelabuhi petugas yang berada di lapangan. Ganjanya dilakban cokelat dan dimasukkan ke dalam peti serta fiber," ucapnya.

Atas perbuatannya, Indra mengatakan para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2), Pasal 111 Ayat (2), Pasal 132 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimum pidana mati. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA