Pengetahuan Dinilai Modal Utama Memajukan Papua

IN
Oleh inilahcom
Minggu 09 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar mengatakan selama ini pembangunan di Papua dan Provinsi Papua Barat belum menerapkan konsep membangun bersama. Sehingga masyarakat sebagai penerima manfaat belum dapat menikmati hasil pembangunan sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu, Billy menilai pentingnya melakukan investasi pada sumber daya manusia (SDM) Papua. Karena, manusia merupakan faktor utama keberhasilan pengembangan Papua untuk bergerak maju ke depan.

"Salah satu upaya pengembangan SDM adalah dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi SDM," kata Billy, Minggu (9/8/2020).

Selama ini, Billy mengatakan pemuda-pemuda Papua masih cukup sulit memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di wilayah lain atau luar Papua. "Padahal, pendidikan modal utama bagi pemuda Papua untuk dapat memajukan wilayahnya," ujarnya.

Menurut dia, pendidikan bukan sekadar pengajaran atau transfer ilmu dari pengajar kepada murid, tetapi memberikan sumber pengetahuan yang lebih bersifat human development (membangun SDM) dalam segala aspek.

"Sehingga, pengetahuan tersebut akan menjadi investasi terbesar yang bisa dimanfaatkan pemuda Papua untuk membangun dan memajukan Papua, mampu mengidentifikasi apa saja yang mereka butuhkan, dan menemukan solusi untuk mewujudkannya," jelas dia.

Selain itu, Billy mengingatkan para investor yang membuka bisnis di Papua diharapkan dapat menjalankan tiga prinsip utama, yaitu directly (mempekerjakan orang Papua), properly (layak/patut), dan correctly (tidak merusak sumber daya alam yang ada).

Di samping itu, Billy melalui Papua Muda Inspirtatif (PMI) bersama pemuda Papua tengah menyusun konsep kolaborasi dengan pemerintah untuk mendesain sistematika proses training, dalam bentuk sistem coaching dan mentoring sebagai pembibitan kader untuk menciptakan anak muda Papua yang inovatif.

"Serta mempunyai pola pikir modern dalam rangka menciptakan rasa nasionalisme masyarakat Papua secara organik," katanya.

Sementara Direktur bidang Governance dan Accountability Osana International Professional Associate University of Canberra, Prof Owen Podger menjelaskan bahwa infrastruktur dan pelayanan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Menurut dia, persoalan besar di Papua bukan terletak pada infrastruktur, tapi karena infrastruktur yang terbatas maka pelayanan di berbagai aspek, khususnya kesehatan dan pendidikan menjadi terbatas/terhambat.

Oleh sebab itu, Prof Owen menilai perlu diterapkan perspektif baru di berbagai aspek dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Papua, khususnya terkait pendidikan. Karena, persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dalam rangka mempersiapkan generasi muda Papua yang berkompeten di masa mendatang.

"Kurikulum pendidikan yang ada saat ini dinilai belum dapat mendidik masyarakat Papua sebagaimana seharusnya, sehingga sangat mendesak untuk melakukan inovasi," tandasnya. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA