Garap Pelabuhan Patimban, PTPP Yakin Sesuai Jadwal

IN
Oleh inilahcom
Senin 10 Agustus 2020
share
Direktur Utama PTPP Novel Arsyad

INILAHCOM, Jakarta - PTPP (Persero) Tbk dipercaya pemerintah membangun salah satu proyek infrastruktur kakap di Indonesia, yakni Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

Dalam proyek ini, PTPP ditunjuk untuk mengerjakan tiga paket dari pembangunan dan pengembangan proyek pelabuhan tersebut. Pertama, konstruksi terminal, di mana perseroan membentuk Konsorsium bersama Penta-Rinkai-TOA-WIKA dengan nilai kontrak Rp6 triliun.

Kedua, pembangunan jembatan, di mana PTPP merealisasikan joint operation bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan nilai kontrak Rp524 miliar. Ketiga, pembangunan access road, di mana PTPP membentuk joint venture dengan ShimizuBCK dengan nilai kontrak Rp1,12 triliun.

Pada Minggu (9/8/2020), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta rombongan, melakukan kunjungan kerja ke proyek Pelabuhan Patimban, Jabar. Dalam kunjungan kerja ini, Budi disambut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di lokasi proyek, didampingi Direktur Utama PTPP Novel Arsyad; Direktur Operasi II PTPP, M Toha Fauzi; Senior Representative ofJICA, SVP Divisi Infrastruktur II, Pande Ketut; GM Operasi Divisi Infrastruktur II, I Made Kartu; Project Manager Konsorsium Penta-Rinkai-TOA-PP-WIKA; Project Manager JO WIKA-PP; Project Manager JV Toto-ADHI-Wakachiku.

Proyek pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Kabupaten Subang ini diharapkan dapat menjadi pelabuhan besar. Sehingga bisa menggantikan peran Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah overload.

"Perseroan bersama perusahaan konstruksi lainnya optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan Pelabuhan Patimban sesuai dengan target yang telah ditetapkan," papar Novel.
.
Untuk proyek pembangunan Terminal yang mulai dikerjakan pada Oktober 2018 oleh Konsorsium Penta-Rinkai-TOA-PP-WIKA, diharapkan bisa dilakukan soft opening pada November 2020.

Saat ini, progress pembangunan proyek Terminal Patimban telah mencapai 77,38%. Di mana, dermaga peti kemas seluas 420 meter x 34 meter, memiliki kapasitas 250.000 TEUs dengan area reklmasi seluas 60 hektar.

Adapun lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh konsorsium tersebut mencakup, car berth, container bert, car terminal, temporary admi area & temporary car terminal, truck waiting area, container terminal, roack worknorth bund, utiliy building work, temporary admi building work, dan akses area.

Selain pekerjaan proyek pembangunan Terminal di paket I, PTPP bersama WIKA membangun jembatan pengubung sepanjang 1 kilometer dengan target penyelesaian pekerjaaan pada Desember 2021. Pekerjaan pembangunan jembatan penghubung masuk dituangkan ke dalam pekerjaan Paket III yang mulai dikerjakan April 2020. Pembangunan jembatan penghubung tersebut akan menjadi akses utama badan pelabuhan dengan jalan akses dan back up area.

Selain mengerjakan paket I dan III, PTPP yang terbentuk dalam JV dengan dengan Shimizu-BCK juga ditunjuk pemerintah untuk mengerjakan paket IV, yaitu jalan akses. Pembangunan jalan akses telah dikerjakan sejak Oktober 2018 tersebut memiliki panjang 8,2 kilometer. Saat ini, progress pembangunan jalan akses mencapai 93,56% dan ditargetkan rampung pada Desember 2020.

"Per 03 Agustus 2020, progress pembangunan konstruksi terminal dan peti kemas mencapai 77,38%. Dan, progress pembangunan jalan akses yang telah mencapai 93,56%. Sehingga, pemerintah dapat segera melakukan soft opening atas beroperasinya sebagian dari aktivitas di pelabuhan Patimban," pungkas Novel.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA