BPP KostraTani: Pusluh Genjot Tenggat Waktu Mentan

IN
Oleh inilahcom
Senin 10 Agustus 2020
share
(Foto: Pusluhtan BPPSDMP)

INILAHCOM, Cirebon - Penyuluh pada 800 kecamatan di Indonesia bertepatan dengan perayaan HUT ke-75 RI akan bertransformasi menjadi Balai Penyuluhan Pertanian Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani) . Selama ini penyuluh di bawah naungan BPP.
Perubahan itu ditandai dengan koneksi online ke dashboard Agriculture War Room (AWR) pada kantor pusat Kementerian Pertanian RI (Kementan) di Ragunan, Jakarta Selatan.

Jajaran Kementan, khususnya unit kerja (UK) dan unit pelaksana teknis (UPT) di wilayah sasaran transformasi 800 BPP berupaya memenuhi harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengembangkan BPP menjadi KostraTani.

Begitu pula dengan Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) selaku UK dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berupaya memenuhi tenggat waktu Mentan Syahrul.

Hal itu sesuai arahan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi tentang target 800 BPP KostraTani, dua di antaranya adalah BPP Palimanan dan BPP Ciwaringin di Kabupaten Cirebon yang disambangi Pusluhtan, Sabtu lalu (8/8/2020).

Dedi menambahkan Kementan hingga akhir 2020 mematok target 1.500 BPP transformasi menjadi BPP KostraTani dari target 6.000 BPP pada 2021, sehingga militansi penyuluh menentukan pencapaian target tersebut.

"Pusluhtan berupaya memenuhi percepatan konektivitas BPP dengan AWR melalui pengisian aplikasi laporan utama pembangunan pertanian yang di-input langsung dari BPP Palimanan dan BPP Ciwaringin di Cirebon," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan - Pusluhtan BPPSDMP, I Wayan Ediana, Minggu (9/8).

Sesuai petunjuk Kepala Pusluhtan, Leli Nuryati, I Wayan Ediana membentuk dua tim untuk menggenjot target Mentan Syahrul. Kegiatan di BPP Palimanan dipimpin oleh Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan, Septalina Pradini. BPP Ciwaringin di bawah koordinasi Dwi Hayanti selaku Kasubbid Kelembagaan Petani.

"Kegiatan monitoring dan koordinasi lapangan ini menjadi upaya peningkatan kapasitas dan kinerja penyuluh yang selama ini dianggap belum maksimal mendampingi dan mengawal petani produksi," kata I Wayan Ediana yang didukung 12 staf Pusluhtan.

Menurut Wayan, penyuluh berupaya kerja maksimal namun perhatian kepada BPP selama ini belum maksimal, sehingga pengembangan KostraTani yang disokong penuh Kementan akan berjalan maksimal.

Dia berharap kehadiran Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi akan memotivasi 50 Admin BPP yang tersebar pada 16 BPP di Kabupaten Cirebon.

Pencapaian target serupa dilakukan Polbangtan Yogyakarta - Magelang (Polbangtan YoMa) di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Tim Polbangtan Yoma dipimpin Direktur Rajiman didampingi Kabag Umum Irwan Johan Sumarno koordinasi dengan Wasit Diono selaku Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo.

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah mengharapkan masa depan BPP lebih baik lantaran peran BPP selama ini terkungkung regulasi yang menyebutkan bahwa sektor pertanian di daerah sebagai "urusan pilihan, bukan urusan wajib."

"KostraTani tempat kita berkumpul dengan cara-cara baru. Kita tinggalkan pola lama. Kita gunakan pendekatan teknologi 4.0 untuk menyatukan para petani dan penyuluh di 34 provinsi dengan Kementan di pusat. Hapus sekat pusat dan daerah," kata Siti Munifah mengutip arahan Mentan Syahrul. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA