Dion Pongkor Tanggapi Bantahan Dirut Jiawasaraya

IN
Oleh inilahcom
Selasa 11 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta -Tim Kuasa Hukum Direktur Utama PT Jiwasraya Tbk periode 2008-2018 mempertanyakan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko yang menyampaikan bantahan terkait sejumlah fakta yang terungkap dalam persidangan Jiwasraya.

Kuasa Hukum Syahmirwan, Dion Pongkor menegaskan bantahan Hexana ini merupakan bentuk menggiring opini guna menyesatkan publik. Karenanya, Dion akan melaporkan Hexana ke Bareskrim atas dugaan melakukan kebohongan publik.

"Kita akan lapor Hexana ke Bareskrim. Kita punya data dan fakta persidangan terkait upaya Direksi Baru Jiwasraya mengarahkan para Manajer Investasi (MI)" ujar Dion Pongkor dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/8/2020).

Menurut Dion, bantahan Hexana ini tidak bernilai apa-apa. Dion memastikan memiliki dokumentasi selama persidangan berlangsung, termasuk pengakuan MI, PT Corfina Capital.

"Kami punya dokumentasi, baik visual maupun audio visual. Kamipun siap challenge data dengan Hexana," tegasnya.

Dion juga menegaskan, semua keterangan saksi selama persidangan valid dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
Pasalnya, semua saksi yang dihadirkan dalam persidangan telah diambil sumpahnya.

"Apa pak Hexana mau mengubah keterangan saksi fakta di pengadilan? Padahal, semua yang disampaikan oleh saksi itu berdasarkan apa yang dialami dan diketahuinya. Nggak mungkin dia ngarang cerita," terangnya.

Penegasan ini disampaikan Dion menanggapi bantahan Hexana Tri Sasongko yang dilansir beberapa media.

Salah satu point yang dibantah Hexana terkait arahan Direksi melakukan penyesuaian (rebalancing) portofolio saham dalam reksa dana yang dikelola manajer investasi (MI) pada 2018.

Dion kembali menegaskan, perihal arahan Direksi kepada MI terungkap dalam persidangan lanjutan perkara Pidana No.: 33/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst., Kamis (6/8/2020).

Saat itu, JPU bertanya kepada saksi dari pihak PT Corfina Capital terkait langkah melakukan penjualan terhadap saham-saham reksa dana setelah 2018 sampai saat ini.

Dari pengakuan saksi terkuak bahwa memang ada arahan dari Direksi Baru Jiwasraya.

"Iya (ada arahan membeli-red). Kami bertemu dengan Direktur Jiwasraya, di intruksikan untuk di tukar saham-saham yang kurang liquid," ujar saksi dari PT Corfina Capital, Gunawan Candra.

Sementara itu, saat kuasa hukum Harry Prasetyo, Ridwan bertanya terkait arahan Direksi, Gunawan mengaku juga mendapat arahan serupa.

"Setelah tahun 2019 pertemuan antara direksi sama direksi Jiwasraya yang baru (Hexana). Beliau mengintruksikan agar saham-saham yang tidak liquid di jual," tegas Gunawan menjawab pertanyaan kuasa hukum.

Sebelumnya, Manajemen baru termasuk Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko tidak pernah memberikan intervensi dan mengarahkan Manajer Investasi (MI) untuk melakukan rebalancing asset atau penyesuaian investasi milik Jiwasraya pada produk reksadana yang dikelola PT Corfina Capital.

"Mengacu pada notulensi rapat pada 28 Februari 2019, manajemen Corfina lah yang memiliki inisiatif untuk melakukan rebalancing asset," kata Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Kompyang Wibisana, lewat keterangan persnya kepada INILAHCOM.

Hal ini disampaikan menyusul adanya pemberitaan mengenai langkah direksi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang mengarahkan penyesuaian portofolio saham dalam reksa dana yang dikelola manajer investasi pada 2018. Mengingat Dion Pongkor, kuasa hukum Syahmirwan, mempertanyakan langkah itu dalam persidangan lanjutan perkara Pidana No.: 33/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst., Kamis (6/8/2020).


Kompyang Wibisana melanjutkan, masih mengacu pada notulensi rapat, manajemen Corfina berencana melakukan rebalancing asset dimana underlying saham small caps akan diganti menjadi saham middle caps yang mempunyai "potensial upside" yang lebih baik.

Manajemen baru termasuk Direktur Utama Jiwasraya sangat memahami substansi Peraturan OJK Nomor 10/POJK.04/2018 tentang Penerapan Tata Kelola Manajer Investasi, dimana Manajer Investasi (MI) tidak boleh mendapatkan intervensi dari investor terkait penempatan investasi pada produk reksadana.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA