PN Tangerang Salah Eksekusi,Pengembang Dirugikan

IN
Oleh inilahcom
Selasa 11 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, kalangan pebisnis belum merasakan adanya kepastian hukum. Bahkan banyak peristiwa aneh yang tidak seharusnya terjadi.

Misalnya yang terjadi di Tangerang, di mana Pengadilan Negeri Tangerang diduga salah eksekusi atas lahan yang menjadi obyek sengekta pada 7 Agustus 2020.

Di mana, eksekusi dilakukan atas dasar putusan perdamaian antara Darmawan dengan NV Loa & Co atas tanah seluas 450.000 meter-persegi di kelurahan Kunciran Jaya dan Cipete, Kecamatan Pinang, Tangerang.

Diduga, terdapat kekeliruan yang nyata terkait penunjukan lokasi tanah yang menjadi objek putusan eksekusi. Mempertimbangkan faktor kemanusiaan dan keamanan, Surat Resmi Penundaan Pelaksanaan Eksekusi telah dikeluarkan Kapolres Tangerang. Namun surat tersebut tidak dihiraukan.

Menurut pertimbangan Kapolres Tangerang, obyek eksekusi dan pengosongan lahan berpotensi sengketa, dapat memicu kerawanan. Di mana, BPN Tangerang sudah mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa surat tanah yang menjadi dasar eksekusi itu, tidak terdaftar di BPN Tangerang.

Ihwal masalah ini bermula dari sengketa antara Darmawan dengan NV Loa and Co yang menimbulkan kerugian bagi warga dan PT Tangerang Matra Real Estate (TMRE) yang tanah miliknya menjadi obyek eksekusi dan dipaksa untuk mengosongkan lahan demi melaksanakan putusan tersebut.

"Perkara ini janggal karena yang berperkara Darmawan dan NV LOA & CO, akan tetapi yang menjadi korban eksekusi pengosongan lahan adalah warga masyarakat dan TMRE," Juru Bicara PT Tangerang Matra Real Estate, Manusun Hasudungan Purba dalam rilis, Selasa (11/8/2020).

Kata dia, warga yang tergabung dalam tim Advokasi merasa diperlakukan tidak adil karena pelaksanaan pembacaan eksekusinya, terkesan dipaksakan dan dilakukan di belakang halaman Kantor Kecamatan Pinang. Keberatan dilontarkan pula oleh tim kuasa hukum TMRE, dengan menolak eksekusi keputusan Pengadilan Negeri Tangerang No. 120/PEN.EKS/2020 PN.TNG.

"Objek eksekusi dilaksanakan di atas tanah milik TMRE. Padahal, TMRE adalah pemilik tanah yang sah, memperoleh tanah dari masyarakat berdasarkan izin lokasi no. 593/Kep.001. DPMPTSP/2017. Kami sudah mengajukan keberatan atas eksekusi ini, namun tidak dihiraukan oleh PN Tangerang," paparnya.

"Warga melalui tim Advokasi beserta TMRE, akan terus berupaya menuntut keadilan dan perlindungan hukum atas eksekusi tanah ini," pungkas Manusun.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA