Cegah Corona, BIN Swab Test Pegawai Kemenkeu

IN
Oleh inilahcom
Selasa 11 Agustus 2020
share
 

JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) hari ini menggelar swab test massal di Direktorat Jenderal (Ditjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dalam rangka membantu pemerintah mempercepat pencegahan penyebaran Covid-19.

Koordinator Wilayah Sub Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 BIN, Sony Arifianto, mengatakan swab test ini mengakomodir pegawai di lingkungan Ditjen Anggaran Kemenkeu yang hasilnya menunjukan reaktif dari rapid test yang dilakukan oleh internal Ditjen Anggaran Kemenkeu. Mereka yang reaktif langsung diikutkan swab test dengan mobile PCR test milik BIN.

"Kita melakukan swab test menindaklanjuti hasil dari rapid test dari Dirjen Anggaran Kemenkeu. Ini sebagaimana arahan dari pimpinan kami Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan," ucap Sony kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2020).

Sony mengungkapkan BIN menyediakan 30 tenaga medis dan 1 unit mobile PCR test untuk mengakomodir pegawai yang mengikuti swab test. Hasil dari PCR test ini bisa keluar dalam waktu 5 sampai 7 jam.

"Kami menyiapkan 250 sampel untuk PCR test. Hasilnya keluar kurang lebih 5 sampai 7 jam," jelasnya.

Lebih lanjut, Sony mengatakan bahwa upaya swab test ini sebagai langkah mencegah kluster baru di perkantoran. Sebab, perkantoran kini perlahan mulai kembali beraktivitas secara normal.

"Kasus positif yang meningkat sebagaimana diumumkan oleh pemerintah diantaranya ada kluster mall, pasar dan perkantoran. Maka kita berusaha untuk melakukan pencegahan dengan kegiatan swab test ini," pungkasnya.

"Tapi yang lebih penting adalah disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker," sambung dia.

Sementara itu, Sekjen Ditjen Anggaran Kemenkeu, Mariyatul Aini mengucapkan terima kasih kepada BIN yang telah memfasilitasi swab test massal ini secara gratis. Aini mengatakan bahwa pihaknya memang mewajibkan pegawainya untuk mengecek kesehatan lewat rapid test maupun swab test.

Tujuannya semata-mata untuk memastikan kesehatannya baik dan tidak menulari Covid-19 bila ada yang menunjukan hasil positif.

"15 persen pegawai kami berkerja di kantor. 85 persen bekerja dari rumah atau WFH. Maka dari itu kita memang mewajibkan yang bekerja di kantor untuk mengecek kesehatannya masing-masing dengan test Covid-19 ini," tuturnya.

Aini menyampaikan bahwa selama 3 hari kedepan, pihaknya memfasilitasi rapid test untuk seluruh pegawainya di Ditjen Anggaran Kemenkeu. Bantuan Mobile Laboratorium PCR ini dirasa sangat membantu untuk mengakomodir pegawai yang menunjukan hasil reaktif dari rapid test.

"Terima kasih kepada BIN yang telah memfasilitasi kami. Semoga apa yang dilakukan teman-teman BIN bermanfaat dan mendapat keberkahan," ujarnya.

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA