Kata Kuasa Hukum Pelaku Penembak Misterius Tangsel

IN
Oleh inilahcom
Selasa 11 Agustus 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tiga terduga pelaku penembakan misterius, Christoper Antonius (19), Clerence Antonius (19), dan Evans Ferdinand (27) telah memberikan kuasa kepada tim LQ Indonesia Lawfirm.

Advokat Alvin Lim, menjelaskan, ia dihubungi oleh pihak keluarga terduga pelaku pada Jumat malam (7/8/2020).

Alvin menjelaskan bahwa dirinya dan tim LQ Indonesia Lawfirm setelah mendapatkan surat kuasa pada Sabtu (8/8/2020) , langsung berkoordinasi dengan pihak Polres Tangsel agar seluruh hak tersangka dapat diberikan sesuai Undang-Undang yang berlaku.

Sejak ditangkap, Alvin mengklaim tiga terduga diperiksa tanpa pendampingan pengacara, padahal ancaman hukuman di atas 15 tahun wajib didampingi oleh pengacara.

"Pendampingan disetiap tingkat proses penegakan hukum sesuai Pasal 56 ayat 1 KUHAP sehingga mengajukan agar para terduga pelaku di BAP dengan adanya pengacara," kata Alvin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2020).

Meski demikian, ia mengucapkan terima kasih atas profesionalisme Polres Tangsel, walau kliennya ditahan, namun diperlakukan dengan manusiawi dan tidak mengalami kekerasan apapun.

Ketiga pelaku disangkakan pasal berlapis 170, 351, 353 KUHP dan UU Darurat dengan ancaman pidana di atas 15 tahun penjara.

Selanjutnya Alvin mengharapkan agar pintu untuk "restorative justice" tidak ditutup sesuai dengan semangat peradilan, di mana kejaksaan pun sekarang dapat mengupayakan restorative juctice dan menghentikan penuntutan apabila terjadi perdamaian.

Lebih lanjut Alvin mengatakan, dirinya dan tim akan mengupayakan mediasi secara kekeluargaan dengan para korban. Keluarga terduga pelaku, akan bertanggungjawab dan membiayai segala kerugian dan mengupayakan perdamaian.

"Penjara sudah penuh dan overloaded, jika pelaku kejahatan memang mau membayar ganti rugi dan korban mau mencabut laporan, maka aparat penegak hukum seharusnya memberikan kesempatan untuk perdamaian," tuturnya.

Alvin yakin bahwa Kapolres Tangsel, AKBP Iman Setiawan dan jajarannya akan bertindak profesional, dan mengedepankan keadilan.

"Lawfirm kami sudah beberapa kali menyaksikan langsung keprofesionalan Polres Tangsel dan jajarannya, " tuturnya.

Alvin menyampaikan awalnya ia menolak sebagai kuasa hukum ketiganya karena tidak setuju akan tindakan yang dilakukan oleh terduga pelaku, namun pihak keluarga menangis meminta tolong dan mengutarakan bahwa setiap manusia tidak terlepas dari kesalahan, sehingga membuat hatinya tergerak untuk mendampingi.


"Prinsip saling memaafkan memang harus dikedepankan, asalkan para korban mau mencabut laporan dan ada pembayaran ganti rugi sehingga kedua belah pihak menyepakatinya dengan adanya akta perdamaian dan aparat penegak hukum seyogyanya memfasilitasi restorative justice," tuturnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA