Inilah Karya Monumental PTPP di Seantero Negeri

IN
Oleh inilahcom
Kamis 13 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Mungkin tak banyak yang tahu, karya monumental apa saja yang lahir dari PTPP (Persero) Tbk. Ternyata daftarnya oanjang juga lho.

Perusahaan konstruksi pelat merah yang berdiri sejak 1953 ini, berhasil menorehkan sejumlah prestasi dan karya-karya gemilang dalam perjalannya. Adapun karya-karya monumental yang berhasil dibangun, antara lain: Hotel Indonesia di Jakarta, Jembatan Balerang di Batam, Terminal Peti Kemas Kalibaru di Jakarta, PLTG Gorontalo di Sulawesi, Kementerian PUPR di Jakarta, Singapore Embassy di Jakarta, Austria Embassy di Jakarta, Jembatan Youtefa di Papua, Yogyakarta International Airport di Jawa Tengah, Stadion Papua Bangkit di Papua, dan RSUD Jayapura di Papua.

Selain proyek-proyek tersebut, masih banyak proyek lainnya yang berhasil dibangun oleh Perseroan dengan berbagai keunggulan dan kualitasnya.

Semisal, Hotel Indonesia (HI) merupakan pembangunan proyek gedung tinggi (high rise building) pertama di Indonesia. Proyek ini dikerjakan PTPP pada 1960. Dan, HI merupakan hotel bintang 5 yang pertama dibangun di Indonesia, diresmikan Presiden RI Pertama, Soekarno, menyambut Asian Games IV pada 1962.

Selanjutnya, Jembatan Barelang yang berlokasi di Kepulauan Riau (Kepri), merupakan cable stayed pertama di Indonesia. Jembatan ini menghubungkan enam pulau. Sampai saat ini, Jembatan Barelang merupakan ikon kota Batam yang cukup popular, terutama bagi warga Kepri.

Dan, Jembatan Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia. Tak ada tenaga ahli asing dalam pengerjaannya.

Pada 2012, PTPP berhasil memenangkan tender mega proyek terbesar pada saat itu, yaitu pembangunan Terminal Peti Kemas Kalibaru (New Priok) yang berlokasi di Jakarta. Proyek pelabuhan ikonik ini, dibangun secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas dan mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas dan kargo di Pelabuhan Tanjung Priok.

Prestasi lainnya, PTPP merupakan pioneer di bidang green construction. Walhasil, PTPP dipercaya membangun Kedutaan Besar Singapura dengan menerapkan green building. Gedung yang terdiri enam lantai dan satu basemen ini, merupakan bangunan pertama yang menerapkan green building di Indonesia. Dan, bersertifikat dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

Sukses membangun Kedutaan Besar Singapura, PTPP kembali mendapat kepercayaan untuk membangun Kedutaan Besar Austria di Jakarta. Proyek green building ini, menerapkan teknologi tinggi pada bangunannya. Yakni in the concrete core temperature control, air tight system dan the golden foam insulation system.

Masih mengusung konsep pembangunan ramah lingkungan atau green building, PTPP dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun Gedung Utama Kementerian PUPR di Jakarta. Gedung ini merupakan bangunan pemerintah pertama yang mengantongi sertifikat Platinum Greenship.

Gedung Utama Kementerian PUPR menggunakan konsep green building dengan estimasi menghemat setrum hingga 44%, serta irit air hingga 81%. Karena, desain bangunananya mengandalkan penerangan alami dan menggunakan sensor otomatis untuk memadamkan lampu.

Adalagi Jembatan Youtefa (dahulu bernama Holtekamp) yang berlokasi di Jayapura, digarap PTPP dengan metode stand lifting (full span). Di mana, metode ini pertama dicoba di Indonesia.

Proyek jembatan ini meraih dua Rekor MURI sekaligus, yakni pengangkatan dan pemasangan rangka baja jembatan dalam bentuk utuh terpanjang; serta pengiriman rangka baja pelengkung bagian tengah secara utuh dengan jarak terjauh 3.200 kilometer.

Karya monumental PTPP lainnya adalah bandara baru tercepat, yaitu Yogyakarta International Airport. Perseroan menerapkan aplikasi Building Information Modelling (BIM) selama masa konstruksi. Dari sisi pembangunan airside, pelaksanaan pembangunan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dalam delapan bulan.

Untuk capaian ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan testimoni saat berkunjung ke proyek Yogyakarta International Airport. "Ini adalah pekerjaan pembangunan airport yang paling cepat di Indonesia mungkin bisa di dunia, ini cepat sekali," kata Jokowi kala itu. Pembangunan bandara ini dikerjakan para ahli muda yang berpengalaman di bidangnya. Tak heran kalau kualitasnya cukup mumpuni.

Masih dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli muda, Perseroan juga berhasil membangun proyek Stadion Utama Papua Bangkit yang diklaim menjadi stadion termegah di Indonesia kedua setelah Stadion GBK. Stadion tersebut dibangun dalam rangka menyambut event olahraga terbesar di Indonesia, yaitu
penyelenggaraan PON XX Tahun 2020 di Papua.

Berkapasitas 40.000 penonton, Stadion Utama Papua Bangkit menjadi stadion termegah pertama di Kawasan Indonesia Timur. Stadion yang terletak di Kabupaten Jayapura ini mememiliki keunggulan dari stadion lain dimana salah satunya memiliki LED Score Board (Papan Skor) sebanyak dua buah dengan ukuran 11,52 x 6,72 meter yang terletak di tribun utara dan tribun selatan, dengan resolusi 10.000 pixel per meter-persegi.

Kualitas LED Score Board ini biasa dipakai untuk event olahraga sebesar Olimpiade. Saat ini, stadion Papua Bangkit telah menjadi kebanggan warga Papua.

Di bidang EPC, PTPP sukses mengerjakan PLTG 100 MW Gorontalo dengan jadual yang lebih cepat dari yang ditargetkan. Pembangunan proyek ini merupakan proyek pertama dari program 35.000 MW yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Sehingga, pembangkit ini menjadi perhatian banyak pihak. Proyek ini merupakan proyek yang dikerjakan dengan jadual yang ketat dikarenakan kebutuhan pasokan listrik yang mendesak dia area Sulawesi Utara dan Gorontalo. Saat kunjungan resmi, Presiden Jokowi kembali memberikan testimoni. "Ini saya harus ngomong apa adanya, Manajemen bagus dan kualitas pekerjaan baik, dan hanya dikerjakan dalam waktu tujuh bulan oleh PTPP," ujar Jokowi.

Masih banyak sederetan proyek monumental yang berhasil diciptakan oleh Perseroan. Sampai saat ini perseroan masih dipercaya owner, baik pemerintah, swasta, ataupun BUMN. Untuk mengerjakan proyekproyek berskala besar dan monumental lainnya.

Atas capaian ini, Direktur Utama PTPP Novel Arsyad bilang begini. "Dengan didukung oleh tenaga ahli yang professional dan pengalaman di bidangnya, PTPP berhasil menorehkan sejumlah prestasi dalam berkarya. Proyek-proyek yang dikerjakan oleh Perseroan telah menghadirkan sejumlah proyek monumental dan menjadi landmark di seantero Indonesia."

"Selain itu, proyek-proyek tersebut telah meraih prestasi dan penghargaan di berbagai bidang. Perseroan akan terus bahu-membahu dalam membangun negeri tercinta ini dan terus berkarya membangun bangsa. Kualitas pekerjaan yang dihasilkan oleh tenaga-tenaga ahli tersebut telah diakui oleh berbagai kalangan bahkan Presiden Republik Indonesia," pungkas Novel. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA