KostraTani Purworejo

Polbangtan Yogyakarta-Magelang Kawal Tujuh BPP

IN
Oleh inilahcom
Jumat 14 Agustus 2020
share
Kabag Polbangtan YoMa, Irwan Johan Sumarno (kiri) memimpin koordinasi dengan penyuluh dan Admin BPP di Kabupaten Purworejo - (Foto: Polbangtan YoMa)

INILAHCOM, Purworejo - Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, bergegas menyongsong pertanian maju, mandiri dan modern. Dimotori Polbangtan YoMa selaku liaison officer (LO) mendampingi 16 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Purworejo bergabung gugus tugas Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) yang diinisiasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Koordinasi pemerintah kabupaten (pemkab) dilakukan oleh Kabag Umum Polbangtan YoMa, Irwan Johan Sumarno mewakili Direktur Dr Rajiman dengan Wasit Diono, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan [DPPKP] Purworejo, belum lama ini melaksanakan instruksi Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi untuk secepatnya koneksi BPP yang ditunjuk menjadi model KostraTani menyambut HUT ke-75 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2020.

"Tujuan strategis KostraTani memperkuat potensi pertanian Purworejo yang didukung piranti lengkap untuk mewujudkan target pembangungan pertanian. Pertanian Purworejo pun akan memiliki akses lebih luas untuk maju melalui konektivitas dengan KostraTani," kata Irwan JS mengutip arahan Dr Rajiman.

Irwan JS melaporkan pada Kadistan Wasit Diono bahwa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan YoMa) selaku unit pelaksana teknis (UPT) pendidikan vokasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mendampingi dan mengawal program dan kebijakan Kementerian Pertanian RI untuk kemajuan pertanian Purworejo di era industrialisasi 4.0.

Menurutnya, Polbangtan YoMa akan mendampingi tujuh dari total 16 BPP di Purworejo menjadi BPP KostraTani yang berlokasi di Kecamatan Grabag, Ngombol, Purwodadi, Kaligesing, Purworejo, Banyuurip, dan Bayan.

Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi menegaskan persyaratan menjadi KostraTani member tidaklah rumit. Daerah hanya diwajibkan memiliki akses koneksi internet, untuk terhubung ke Agriculture War Room (AWR).

"Setelah diluncurkan pada Februari 2020, AWR menjadi pusat kontrol pembangunan pertanian berbasis digital. Dengan kecanggihan sistemnya, AWR mampu memantau kondisi pertanian hingga level kecamatan dan desa," kata Dedi Nursyamsi yang dikutip Irwan JS.

Kostratani terus dikembangkan untuk menjadi Big Data pertanian. Informasi terus di-update meliputi skala (volume), distribusi (velocity) dan keragaman [variety]. Turunannya pun beragam meliputi update validasi areal lahan, harga komoditas, SDM pertanian, e-proposal, hingga populasi dan produksi.

"Tercakup pula informasi profil petani, kelembagaan petani dan kelembagaan penyuluhan pertanian," kata Dedi Nursyamsi seperti diinstruksikan Mentan Syahrul.

Irwan menambahkan Polbangtan YoMa akan menunjuk petugas yang berkompeten untuk mendampingi penyuluh mengumpulkan dan mengolah data serta input data oleh Admin BPP ke dashboard AWR di Jakarta, kantor pusat Kementan.

Pasalnya, setelah menjadi BPP KostraTani maka wajib kegiatan lapangan secara online ke http://laporanutama.pertanian.go.id. tentang Laporan pertanaman padi, jagung dan kedelai disingkat Pajale.

"Kegiatan input data seminggu sekali. Tiap Jumat pagi, sebagai akumulasi kegiatan dalam satu minggu. Jangan jumlahkan menjadi data per minggu, karena secara sistem akan menjumlah sendiri," kata Irwan JS. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA