Baru 4 Tahun, Partai Berkarya Tommy Soeharto Pecah

IN
Oleh inilahcom
Jumat 14 Agustus 2020
share
 

Partai Berkarya bentukan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto yang disahkan pemerintah pada 17 Oktober 2016 ini sudah mengalami perpecahan. Partai yang diketuai oleh Tommy Soeharto ini sudah mengalami dualisme kepemimpinan. Terbaru, Tommy menolak hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Berkarya yang digelar 11-12 Juli 2020 oleh sejumlah kader Partai Berkarya yang menetapkan Muchdi Pr sebagai ketua umum.

Penolakan ini disampaikan Tommy, melalui surat pernyataan yang ditandatanganinya pada Senin (10/8). "Saya selaku ketua umum DPP Partai Berkarya menolak dan tidak mengakui hasil Musyawarah Nasional Luar biasaPartai Beringin Karyayang diadakan pada tanggal 11-12 Juli 2020 di Jakarta, karena Panitia Pelaksana dan Kepesertaan Munaslubitu ilegal, tidak sesuai dan bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Berkarya," tulis Tommy dalam surat pernyataan itu, seperti dikutip di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Ia menegaskan kepengurusan Partai Berkarya yang sah ada dipimpin diaselaku ketua umum. Acuannya SK No.MHH-04.AH.11.01 Tahun 2018.

"Saya menyatakan Partai Berkarya tetap sesuai dengan SK No.MHH-04.AH.11.01 Tahun 2018 tanggal 25 April 2018," tegas Tommy.

Kementerian Hukum dan HAM (Menkumham) telah menerbitkan Surat Keputusantentang Pengesahan Kepengurusan DPP Partai Berkarya hasil Musyawarah Nasional Luar Biasabeberapa hari yang lalu.

Dalam struktur kepengurusan, nama Tommy Soeharto dicantumkan sebagai ketua Dewan Pembina Partai Berkarya. Tommy pun sangat keberatan namanya dicantumkan dalam struktur kepengurusan DPP Partai Berkarya hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa itu. Sebab, pencantuman namanya tidak melalui komunikasi dan izin terlebih dahulu kepadanya.

"Saya amat keberatan nama saya digunakan, dicantumkan, dipublikasikan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Beringin Karya (Berkarya) tanpa seizin dan maupun sepengetahuan saya yang diumumkan di publik, sebagaimana jelas tertera dalam SK MENKUMHAM Nomor M.HH-17.AH.11.01 Tahun 2020," tutur Tommy.

Oleh karena itu, Tommy tak mengakui kepengurusan Partai Berkarya-nyaMuchdiPr, meski sudah dapat pengesahan dari Kemenkumham. Tommy mengaku siap bertanggung jawab terkait surat pernyataannya ini dalam proses hukum pidana dan perdata.

"Demikian surat pernyataan keberatan dan penolakan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, dan saya siap mempertanggungjawabkan dalam proses hukum perdata maupun pidana," katanya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA