Pionir Gudang Online, Crewdible Bantu 3.000 UMKM

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 15 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Penutupan pusat perbelanjaan hingga pembatasan jarak dalam upaya pencegahan pandemi COVID-19, berimbas kepada peningkatan penjualan online di nusantara.

Perdagangan secara daring atau e-commerce, kata CEO Crewdible, Dhana Galindra, menjadi sektor bisnis yang justru berkembang selama pandemi COVID-19. Seiring dengan peningkatan bisnis tersebut, jasa sewa gudang diungkapkannya menjadi bisnis yang sangat dibutuhkan saat ini.

Hal tersebut dibuktikannya lewat pesatnya bisnis Crewdible yang dirintisnya sejak 2017. Lewat sistem crowdsource, yakni memanfaatkan infrastruktur, baik gedung, ruko dan lainnya yang sudah ada dan dimanfaatkan ulang, bisnisnya mendukung pengembangan bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) saat ini.

Sebab, lewat sistem tersebut, biaya operasional penyimpanan barang yang semula besar dapat dipangkas habis. Sehingga biaya yang harus dikeluarkan UMKM terbilang rendah. "Sebagai pionir penyediaan jasa gudang online di Indonesia, Crewdible telah membantu lebih dari 3.000 UMKM di seluruh Indonesia dengan menawarkan jasa yang mampu mengatasi masalah operasional toko, seperti pengelolaan stok barang, packing, kirim barang ke ekspedisi serta pencatatan laporan penjualan otomatis," ungkap Dhana dalam webminar bersama Sandiaga Uno, Jumat (14/8/2020)

Hal tersebut lanjutnya, menjadi salah satu misi utama dari Crewdible, yakni membantu pengusaha kecil untuk menjadi perusahaan besar dan menjadi penggerak bagi perekonomian e-commerce di Indonesia. "Gudang-gudang Crewdible tersebar di seluruh Indonesia, bertujuan agar pebisnis lebih mudah mengembangkan dan memperluas bisnisnya," jelas Dhana.

Dipaparkan Dhana, walau terbilang sederhana, inventaris, pengemasan, dan pengiriman paket lewat ekspedisi kerap kali menjadi kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Sehingga tidak jarang terjadi kesalahan pengiriman dan kekurangan SDM untuk melakukan sejumlah pengelolaan tersebut.

Sehingga katanya terdapat dua masalah utama bagi penjual online. Pertama, biaya overhead yang tinggi. Kedua, gudang mereka terletak di lokasi yang tidak strategis, menyebabkan pengiriman menjadi lebih lambat dan lebih mahal.

"Hal ini mengapa penjual online menggunakan layanan fulfillment (menyeluruh) pihak ketiga untuk penyimpanan inventaris, pengemasan, dan pengiriman, tujuannya adalah agar dapat fokus dalam pengembangan bisnis mereka," jelasnya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA