Suami Curiga Istri Diteror Akibat Politik

IN
Oleh inilahcom
Senin 17 Agustus 2020
share
Sutrisno, suami Bupati Kediri Haryanti Sutrisno - (Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Kediri - Sutrisno, suami Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menilai terror di rumahnya bernuansa politik. Mantan Bupati Kediri dua pereode itu menganggap aksi tersebut dilakukan oleh seseorang yang ingin memperkeruh suasana menjelang Pilkada Kabupaten Kediri 2020.

Pernyataan tersebut disampaikan Sutrisno di rumahnya, Minggu (16/8/2020). "Kalau saya menangkapnya itu inikan menjelang Pilkada. Tentunya ada suhu politik yang memanas. Tetapi karena ini sebagai pengalaman kita semua, masyarakat Kabupaten Kediri sudah 20 tahun nyaman dan tenang. Baru Pilkada saat ini itu terjadi sesuatu yang aneh apa itu unik," kata Sutrisno.

Menurut penggagas Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) ini rangkaian teror terhadap keluarganya terjadi belakangan ini. Sebelum pelemparan petasan berisi pesan ancaman, dirinya diserang tuduhan khilafah melalui medsos.


"Sampai pada saat saya bantu masyarakat Islam Palestina beberapa tahun lalu, padahal itu tidak saya publikasikan. Karena saat saya berbuat amal tidak saya tonjolkan, tetapi malah fotonya dibuat dibelokkan. Sekarang seolah-olah khilafah. Jadi masyarakat Kabupaten Kediri tahu persis tata kehidupan saya, saya salat tahajud dengan tata cara NU. Dengan berbagai orang yang berbeda-beda. Dari pihak tertentu treatmennya tidak pas, kalau itu menyampaikan saya khilafah atau warga saya, itu tidak tepat" bebernya.

Sutrisno bercerita, saat peristiwa teror petasan, ia bersama keluarganya tengah menjalankan salat tajahud, sekitar pukul 03.00 WIB. Tiba-tiba terdengar beberapa kali letusan dari garasi rumah pribadi. Semula, ia mengira suara tersebut adalah tembakan.

"Ibu (Bupati Haryanti) yang kemudian keluar untuk melihat. Kemudian meminta tolong anggota Satpol PP yang berjaga untuk memastikan. Ternyata petasan. Tinggal selongsonya. Setelah dilihat ternyata ada tulisan berisi pesan tersebut," imbuh Sutrisno.

Sutrisno menanggapi biasa teror tersebut. Ia menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menanganinya. "Ini jalan Allah unjukkan cara seperti itu, yang akhirnya masyarakat itu nanti menilai sendiri, darimana yang berbuat fitnah yang demikian," katanya pasrah.

Sementara itu, pihak Polres Kediri berusaha mengungkap kasus tersebut. Polisi tengah mempelajari rekaman kamera pemantau (CCTV) yang merekam detik-detik pelaku melakukan aksi teror. Pelaku dua orang pria mengendarai sepeda motor bebek tanpa plat nomor. Mereka menyalakan petasan, kemudian melempar kea rah garasi rumah pribadi Bupati Kediri yang tepat berada di depan Gedung DPRD setempat. [beritajatim]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA