Miris, Terungkap Perbuatan Terlarang Ayah ke Anak

IN
Oleh inilahcom
Selasa 18 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Ponorogo - Aksi pencabulan yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial M (29), warga Kecamatan Sawoo yang mencabuli anak tirinya, berawal dari beredarnya video berisi adegan cabul yang dilakukan oleh pelaku M.

"Kami masih mendalami kasus, ini terkuak berawal dari laporan terkait menyebarnya video adegan cabul yang diduga dilakukan oleh pelaku M," ungkap Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Hendi Septiadi, Selasa (18/8/2020).

Video bermuatan adegan mesum yang diduga dilakukan M sudah di tangan penyidik. Hendi menyebut, video itu diperkirakan mulai beredar sekitar sepekan yang lalu. Hendi, menyebut jika keluarga korban dan masyarakat sekitar sudah mengetahui video cabul tersebut.

"Kami juga melakukan penyelidikan terkait siapa dibalik penyebaran video itu," katanya.

Hendi menegaskan jika saat ini penyidik masih mendalami siapa pelaku perekaman video. Selain itu juga mendalami siapa saja yang ada di dalam video, lalu siapa yang mendistribusikannya. Dalam mengusut kasus ini, kata Hendi tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menggunakan dua pasal sekaligus.

"Bisa jadi akan kita jerat dengan pasal berlapis, yakni terkait perlindungan anak dan informasi transaksi elektronik (ITE)," katanya.


Diberitakan sebelumnya, aksi pencabulan dengan korban dibawah umur kembali terjadi di Ponorogo. Terbaru, satreskrim Polres Ponorogo berhasil menangkap pelaku berinisial M (29). Pelaku melancarkan aksi cabul bejatnya itu kepada Bunga (nama samaran), yang tidak lain adalah anak tiri pelaku.

"Benar, kami baru menangkap terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur," kata Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Hendi Septiadi, Selasa (18/8/2020).

Polisi menangkap pelaku di rumahnya di Kecamatan Sawoo Ponorogo. Hendi mengungkapkan, M diduga melakukan tindak pencabulan terhadap anak tirinya yang masih berusia 12 tahun. Dia menyebut saat ini pihaknya memeriksa sejumlah saksi dan pelaku.

"Aksi cabul bapak terhadap anak tirinya itu diduga terjadi di rumah. Ini masih kami dalami," katanya. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA