Dirawat, Napi Malah Produksi Narkoba Dalam RS

WN
Oleh Willi Nafie
Rabu 19 Agustus 2020
share
Pelaku saat ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Pusat - (Foto: INILAHCOM)

INILAHCOM, Jakarta - Aparat Polres Metro Jakarta Pusat membongkar sindikat produksi sabu di dalam kamar VIP sebuah rumah sakit swasta di kawasan Salemba Tengah, Jakarta Pusat. Adapun pelaku berinisial AU (42).

AU yang juga diketahui sebagai narapidana ini awalnya dirawat di rumah sakit lantaran sedang sakit.

"Karena sakit, ia dirawat di RS AR di ruangan VIP dengan biaya Rp 140 juta selama dua bulan. Dugaan sementara AU sengaja memilih RS AR agar bisa memproduksi narkoba secara bebas. Kami masih dalami dugaan keterlibatan RS AR dalam perkara ini," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto, Rabu (19/8/2020).

Saat dirawat di rumah sakit, AU leluasa memproduksi narkoba dengan alat-alat yang dipasok oleh MW sekaligus kurir.

"Alat-alat itu untuk membuat narkoba seperti ekstasi. Ada alat cetak pil. Ada serbuk putih dan pewarna. Dan perangkat mencetak serbuk. Dia emang menurunkan ilmunya kepada MW. MW juga menjualnya," jelasnya.

Heru menyampaikan, untuk saat ini pihak rumah sakit mengaku tidak paham dengan apayang dilakukan oleh AU. Karena mereka hanya merawat pasien.

Heru menambahkan, padahal perawat dan petugas kebersihan rajin bolak-balik ke dalam ruangan. Namun pelaku dapat menyimpan rapih segala peralatan untuk membuat barang haram tersebut.

"Perawat 3x dalam sehari minimal masuk, cleaning service juga membersihkan 3x1 hari juga. Dia melihat jadwal kapan perawat masuk. Sampai sekarang perawat kita mintai keterangan mereka mengaku tidak tahu," tuturnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar Iptu Wildan Alkautsar menuturkan, pelaku menjual barang haram ini menggunakan ojek online.

"Iya mengakunya jasa pengiriman baju dan jersey. Pengiriman baju itu hanya kedok saja," jelas Wildan.

Adapun cara pembuatanya menggunakan bauan ketamin cair, kafein serbuk, shabu, pewarna makanan. Bahan tersebut dihancurkan kemudian dipanaskan hingga kering. Lalu diperiksa hinga kering dengan plat dan dongkrak.

Pelaku sendiri dijerat dengan pasal 113, Pasal 112, Pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan 20 tahun.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA