Helikopter Ditembaki, Personel Terpaksa Jalan Kaki

IN
Oleh inilahcom
Jumat 21 Agustus 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Mimika - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Timika di Kali Kopi dan dalam struktur organisasi TPNPB-OPM masuk dalam Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III memiliki lebih dari 10 pucuk senjata api.

Sementara pimpinannya bernama Hengky Wanmang, diketahui sudah ditembak mati saat tim gabungan TNI dan Polri melakukan operasi penegakan hukum terhadap KKB Kali Kopi.


"Kekuatan mereka tidak bisa dianggap remeh. Mereka punya lebih dari 10 pucuk. Apalagi mereka didukung oleh kekuatan tambahan dari kelompok bersenjata yang lain seperti KKB Lekagak Telenggen dan lain-lain yang sementara ini kita ketahui masih berada di wilayah Tembagapura," ujar Kepala Kepolisian Resor Mimika, Papua AKBP IGG Era Adhinata, Kamis (20/8/2020).

Kapolres Mimika menyampaikan, kelompok KKB sempat menembak dari area ketinggian ke helikopter saat hendak mengevakuasi personel usai melakukan operasi gabungan.

Akibatnya, helikopter tersebut tidak sempat kembali ke Kali Kopi dan sejumlah personel yang tidak sempat dievakuasi terpaksa harus berjalan kaki selama dua hari baru sampai di Timika.

Adapun senjata api dan amunisi yang dipunyai oleh KKB diketahui selain merupakan hasil rampasan, sebagian juga didatangkan dari luar negeri seperti dari Filipina, senpi dan amunisi yang dipakai saat kerusuhan bernuansa SARA di Ambon, Maluku pada era 2000-an dan sebagian lagi didapatkan dari oknum anggota.

"Kami pernah mengamankan oknum anggota TNI dan Polri yang terlibat penjualan amunisi untuk dipasok ke kelompok KKB. Dari segi bisnis tentu menggiurkan karena harga satu butir amunisi sekitar Rp200 ribu. Saya bersama Dandim Mimika sudah berkomitmen siapapun oknum anggota yang terindikasi terlibat menjual senpi dan amunisi akan kita tindak tegas. Itu sudah kita buktikan," tutup dia. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA