Pemerintah Pro UMKM, Sandi Optimis Ekonomi Pulih

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 22 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Krisis ekonomi nasional imbas pandemi Virus Corona atau COVID-19 dinilai Sandiaga Uno bakal berlalu.

Dirinya optimistis, kondisi ekonomi Indonesia akan mengalami peningkatan pada kuartal III-2020. Hal tersebut disampaikan Sandi, sapaan akrab Sandiaga Uno dalam webminar yang digelar duabelasbros serta Aden & Co bertajuk 'Covid-19 dan Resesi di Indonesia' di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Dalam diskusi, Sandi memprediksikan, kondisi ekonomi Indonesia akan berada pada kisaran minus 2%, atau minimal minus 1%. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu merujuk kepada laporan keuangan pada kuartal II-2020 yang terkontraksi hingga minus 5,32%.

Selain itu, optimisme Sandi ini, juga berdasarkan laporan selama periode April hingga Mei 2020. Di mana, pemerintah berhasil melewati fase kritis, setelah pemerintah mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Kuartal ketiga (diberlakukan) PSBB transisi. Ekonomi akan lebih baik. Konservatif, minus dua sampai plus satu, tergantung penanganan covid-19," papar pencetus gerakan ekonomi UMKM bertajuk OK-OCE ini.

Menurut mantan cawapres di pilpres 2019 ini, kunci bertumbuhnya ekonomi berawal dari sikap masyarakat menghadapi pandemi COVID-19. Di mana, perekonomian nasional akan membaik apabila masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Selain itu, Sandi meminta kepada pemerintah agar segera merealisasikan pemberian bantuan untuk usaha mikro kecil dan enengah (UMKM), khususnya UMKM yang terdampak covid-19. "Krisis kali ini menghantam UMKM duluan, karena krisis kesehatan manusia tidak bisa mobilitas. Tak ada mobilitas UMKM, semuanya KO," ungkap Sandi.

"Yang pertama dibantu UMKM, (lalu) korporasi dan perbankan menyusul. Pemerintah menyiapkan hampir Rp700 Triliun. Kami tunggu eksekusi pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, CEO CPN Group Advisor JCI East Java, Chandra Putra N menambahkan, masyarakat jangan hanya menunggu pemerintah memberikan bantuan.

Dia mencontohkan, bagaimana sosok Sandiaga Uno yang mampu bangkit dari krisis ekonomi pada 1997. Sehingga, akhirnya menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia.

"Krisis, banyak miliarder baru, tokoh baru, orang sukses baru. Tahun 1997 di Amerika dan gara-gara krisis di Indonesia dari situ dia (Sandiaga Uno) banting stir sebagai karyawan. Dan mulai membangun usaha di bidang keuangan," ujar Chandra.

Chandra meminta kepada masyarakat agar segera beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19. "Pandemi sudah terbiasa bekerja online menggunakan zoom meeting, webinar ini lebih efektif. Ketika krisis dan ekonomi minus 5 persen. Bukankah Indonesia selalu minus, tetapi naik waktu lebaran saja," ungkap Chandra

Ke depan, papar Chandra, masyarakat khususnya kalangan pengusaha harus belajar dari kejadian ini. "Harus adaptasi new normal. Belajar skill usaha baru, seperti dunia digital," tambahnya. [ipe]



# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA