Akuisisi Bermasalah, BEM Jabodetabek Demo Bukopin

IN
Oleh inilahcom
Selasa 25 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Kalangan milenial yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kembali mendemo kantor Bank Bukopin, Jakarta. Mereka menolak masuknya Kookmin Bank.

Dalam orasinya, Kordinator BEM Sejabotabek Rahmat Hidayat. menyebut akuisisi alias Bank Bukopin oleh Kookmin Bank, bermasalah. "Pembelian saham Bank Bukopin bermasalah dan disinyalir melanggar aturan hukum dan perundangan undangan di Indonesia," ungkap Rahmat.

Rahmat menjelaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Kookmin Bank untuk menempatkan dana US$200 juta di escrow account dan mentransfer US$60 juta ke Bank Bukopin untuk penguatan likuiditas, selambat-lambatnya 28 Mei 2020. "Namun surat OJK tersebut tidak dipenuhi Kookmin Bank. Ini fakta bahwa pembelian saham Bukopin oleh Kookmin Bank dari awal sudah bermasalah," tegas Rahmat.

Selanjutnya Rahmat menyebut adanya surat dari OJK yang menerangkan bahwa Kookmin Bank gagal memenuhi komitmen untuk meningkatkan permodalan dan mengatasi permasalahan likuiditas Bank Bukopin. "Ada persoalan hukum sehingga Bank Bukopin disinyalir di rugikan jutaan dolar AS dalam pembelian saham oleh kookmin Bank. Seperti ada persengkokolan untuk sama sama melanggar hukum," papar Rahmat yang juga Sekretaris BEM Universitas Islam Assyafiiyah, Jakarta itu.

Dalam hal ini, Rahmat mendesak Kejaksaan Agung dan Mabes Polri mengusut kasus ini sampai tuntas. Bukan tidak mungkin, ada persekongkolan jahat yang mengotori proses pembelian saham Bank Bukopin.

Dalam aksi yang diikuti ratusan mahasiswa dari BEM Se-Jabodetabek di Kantor Bank Bukopin, kawasan Haryono MT, Jakarta, berjalan aman dan tertib. Seperti aksi ekstra parlementer lainnya, mahasiswa membawa spanduk, baliho dan poster yang menyuarakan aspirasinya. [ipe]



# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA