Pulihkan Ekonomi, Ini Saran Kamrussamad untuk SMI

IN
Oleh inilahcom
Selasa 25 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 masih mengalami Permasalahan Yang berulang yakni Penyerapan masih rendah 25,1%.

Dalam rapat KSSK bersama Komisi XI dengan agenda Evaluasi PEN yang berlangsung di Ruang KK-1 Kompleks DPR/MPR, Senin (24/8/2020), Jakarta. Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra, Kamrussamad mendorong Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) berani menyampaikan Perubahan skenario PEN dalam sidang kabinet yang selama ini menjadikan K/L dan BUMN sebagai lokomotif utama, dialihkan ke pemerintah daerah sebagai lokomotif utama pelaksanaan PEN.

Sejauh ini, Sri Mulyani telah berhasil menciptakan ruang fiskal yang lebar dalam perubahan postur APBN 2020. Tetapi akan menjadi sia sia jika serapan anggaran tidak optimal. Pemda bisa menjangkau UMKM, bisa penetrasi perlindungan sosial, bisa menahan laju penurunan daya beli, problem Pemda tidak punya dana. Karena refocusing dan realokasi. Saya kira menkeu perlu mempertimbangkan hal tersebut," tegas Kkamrussamad dalam rilis yang diterima media, Selasa (25/8/2020).

"Untuk penyaluran dana PEN melalui perbankan kita minta OJK menyajikan dana Penerima Modal kerja baru, supaya kita tahu berapa persen nasabah lama, dan berapa persen nasabah Baru Penerima dana PEN karena semua Sektor bisnis terdampak, semua klaster Terdampak. Jika hanya menggunakan Data Nasabah lama maka Harus kita evaluasi," papar Kamrussamad

Untuk sektor kesehatan, kata dia, serapannya baru 13,98%. Sebaiknya dilakukan perubahan skema, yaitu memberikan insentif ke warga yang mengikuti test swab PCR. jadi, bukan hanya pasien tetapi seluruh rakyat Indonesia. "Sehingga bisa di tentukan demarkasi mana warga Yang bisa beraktifitas ekonomi di luar rumah. mana yang harus isolasi," tukasnya. [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA