Teroris Bom Surabaya Hirup Udara Bebas

IN
Oleh inilahcom
Rabu 26 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Probolinggo - Residivis kasus terorisme di Surabaya, Irvan Suharianto, warga jalan Taman Puspa Indah, Perum STI Blok 09 RT 08 RW 06 Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, bebas pada Selasa (25/08/2020) sore.

Pria yang ditangkap Densus 88 Antiteror pada Kamis (17/05/2018) silam itu, dinyatakan bebas usai menjalani hukuman selama 27 bulan.

Tak ada pengawalan khusus saat pria yang mengakui perbuatan pernah merakit bom ini kembali ke lingkungan keluarga. Ia hanya diantar pejabat Muspika Wonoasih, Yakni Camat Wonoasih Deus Nawandi, Danramil Wonoasih Kapten Abu, Kapolsek Wonoasih Kompol Khuasaini, serta beberapa anggota unit intel dari Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo dan Polres Probolinggo Kota.

Setelah serah terima dengan keluarga, Irvan, bergantian melayani tetangga maupun petugas yang mengajaknya berfoto selfie. Sedangkan istri dan anak-anak lain Irvan, tidak nampak berbaur bersama warga yang menyambut kepulangannya. Hanya putri bungusnya, yang selalu dia gendong seraya melayani foto dan bersalaman dengan sejumlah tetangga.

Ditanya soal pembebebasan dirinya, Irvan mengaku lega. 27 Bulan di dalam tahanan membuat pola fikirnya berubah 180 derajat. "Islam itu agama damai. Agama mengajarkan kasih sayang," katanya.

Banyak ilmu tauhid yang ia serap terutama dari para cendekianwan muslim yang didatangkan pihak lapas untuk membekali para terpidana teroris sebelum bebas. "Saya sharing dengan profesor-profesor ahli agama, ternyata ilmu dan pemahaman saya begitu dangkal. Alhamdulillah saya sekarang inginkan kemakmuran. Bukan kerusakan," tutupnya.

Terpisah, Kapolsek Wonoasih, Polres Probolinggo Kota, Kompol Kuzaini meminta Irvan Suharianto, kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan.

"Saudara Irvan, orang baik. Tutup lembaran lama. Buka lembaran baru. Segera berbaur dengan masyarakat, kembali hidup normal," katanya.

Kuzaini memastikan, pihak kecamatan dan kelurahan setempat akan membimbing dan memberi pendampingan positif selama proses pemulihan prilaku Irvan, di tengah masyarakat.

Sebelumnya Irvan, ditangkap Densus 88 Antiteror atas tuduhan terlibat gerakan terorisme. Pria berwajah tirus dan beberapa temannya itu diduga terkait aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA