Wasekjen MUI : Buat apa dibangun baru di Jakarta?

IN
Oleh inilahcom
Rabu 26 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Wasekjen MUI, Ustad Tengku Zulkarnain mengomentari soal kabar renovasi Gedung Kejaksaan Agung pascakebakaran beberapa hari lalu akan dibiayai menggunakan anggaran dari pemerintah. Mengingat bangunan tersebut belum diasuransikan pemerintah.

Dengan demikian, paling cepat dibangun kembali pada tahun 2021, karena pembangunan membutuhkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang baru.

Dalam hal ini Ustad Tengku, menyinggung soal pemerintah sudah menetapkan Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia . Tepatnya, sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian di Kabupaten Penajam Passer Utara.

Untuk itu, sebaiknya Gedung Kejaksaan Agung yang baru dibangun di lokasi ibu kota yang baru. Pasalnya, jauh sebelumnya ditekankan pemerintah bahwa ibu kota baru hanya sebagai pusat pemerintahan. Sementara pusat ekonomi, bisnis, perdagangan, dan jasa tetap berada di Jakarta.

"Gedung Kejaksaan Agung yg Terbakar BELUM DIASURANSIKAN. Akan direnovasi pakai uang APBN. Tentunya APBN 2021 krn tahun 2020 belum masuk. Pendapat saya: Buat apa dibangun baru di Jakarta?. Bukankah Ibukota akan pindah ke Kalimantan? Sayang duit negara," tulis akun Twitter @ustadtengkuzul, dikutip Rabu (26/8/2020).

Diketahui, Kantor Kejaksaan Agung terbakar, Sabtu (22/8/2020) malam. Gedung yang dilahap oleh Si Jago Merah adalah Gedung Utama Korps Adhyaksa tersebut.

Bersamaan Gedung Kejaksaan Agung yang beralamat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu terbakar sejumlah saksi di lokasi mengaku mendengar beberapa kali suara dentuman dari lokasi kebakaran.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 45 unit mobil pemadam kebakaran dan 230 tenaga pemadam untuk memadamkan api tersebut. Setelah 11 jam api pun berhasil dipadamkan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA