Di Tengah Pandemi COVID-19, Astra Agro Malah Mujur

IN
Oleh inilahcom
Rabu 26 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Di tengah pandemi COVID-19, kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk justru semakin kinclong. Industri sawit anak usaha Astra Group ini, justru mampu mengoleksi cuan besar.

Dalam paruh pertama 2020, emiten bersandi AALI ini, membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar 6,5% secara tahunan alias year on year (yoy). Angkanya bergerak dari Rp8,5 triliun (semester I/2019) menjadi Rp9,1 triliun (semester I/2020).


Sepanjang pandemik COVID-9, Direktur Utama Astra Agro Letari, Santosa mengatakan, kegiatan operasional di perkebunan kelapa sawit Astra berjalan normal. Perseroan menerapkan rotokol COVID-19 secara yang ketat. Di mana, physical distancing diterapkan dalam seluruh kegiatan karyawan, serta menyiapkan perlengkapan dan sarana mencegah penularan COVID-19. Mulai dengan pemakaian masker dan penyediaan disinfektan. "Selain itu, juga diberlakukan pembatasan akses keluar masuk ke dalam wilayah areal perkebunan," kata Santosa.

Tantangan selain Covid-19, kata Samtosa, adalah puncak musim kemarau yang berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perseroan melakukan pencegahan dengan meningkatkan langkah-langkah antisipatif, seperti diperkuatnya Fire Management System dengan penggunaan Unmaned Aerial Vehicle (UAV), pesawat tanpa awak atau drone yang diterbangkan secara rutin untuk memantau kondisi sekitar perkebunan.

"Di samping itu, Astra Agro menyiapkan infrastruktur seperti unit pemadaman, embung, simulasi serta koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait, maupun sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan secara intensif," ungkapnya.

Oh iya, kembali ke soal kenaikan pendapatan Astra Agro itu ditopang kenaikan harga jual rata-rata minyak mentah sawit (Crude Palm Oil/CPO). Seperti yang pernah disampaikan dalam Public Expose yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di mana, harga jual rata-rata CPO Astra Agro di semseter I-2020, mengalami kenaikan 25,9% (yoy). Dari Rp6.441 menjadi Rp 8.109 per kilogram. Kenaikan ini terjadi manakala pandemi COVID-19 menyelimuti negeri, berdampak kepada naiknya serapan pasar dalam negeri. Sebagai dampak dari pelaksanaan program mandatori B30 oleh pemerintah.

Dari sisi operasional, pada periode yang sama, produksi CPO Astra Agro turun 15,2% dari 834 ribu ton menjadi 707 ribu ton. Dampak cuaca kering yang terjadi pada 2019. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA