Data Simluhtan

Kementan Raih Penghargaan dari KPK

IN
Oleh inilahcom
Rabu 26 Agustus 2020
share
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kiri) menyerahkan Sertifikat 'Aksi Nasional Pencegahan Korupsi' (ANPK) kepada Mentan Syahrul Yasin Limpo - (Foto: Pusluhtan BPPSDMP)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) berupa sertifikat bertajuk "Aksi Nasional Pencegahan Korupsi". Sertifikat ANPK diserahkan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Sebagai informasi, penghargaan KPK mengapresiasi upaya keras Kementan mengumpulkan dan mengelola data penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani, yang tergabung kelompok tani (poktan). Acuan data adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari petani anggota poktan. Pengumpulan data petani dilakukan oleh penyuluh pertanian di 34 provinsi, yang dikelola Kementan menjadi Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

Ketua KPK Komjen Firli Bahuri mengapresiasi kinerja Kementan mengelola data penyaluran subsidi, khususnya pupuk subsidi mengacu data NIK dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil) yang dikelola Kementan sebagai data Simluhtan, sehingga penyaluran pupuk subsidi dapat disalurkan secara efektif dan akurat.

"Utilisasi NIK merupakan salah satu program yang menjadi fokus pada pencegahan korupsi. Lima program lain adalah e-Katalog dan market place pengadaan barang dan jasa; keuangan desa; penerapan manajemen antisuap; online single submission dengan pemanfaatan peta digital dalam pelayanan perizinan berusaha; serta reformasi birokrasi," katanya.

Firli Bahuri menambahkan sebagai penyelenggara subsidi, Kementan telah mengedepankan prinsip pendataan berbasis NIK pada Ditjen Dukcapil Kemendagri pada Simluhtan, yang disebut KPK sebagai Data Petani di Basis Data SDM Pertanian dan Basis Data Pemberian Subsidi Pupuk (e-RDKK) Kementan telah sesuai, lebih dari 94%.

Mentan Syahrul mengatakan utilisasi NIK data Simluhtan terselenggara berkat dukungan Kemendagri. Kegiatan lapangan untuk pengumpulan dan uji data petani anggota poktan oleh penyuluh pertanian di 34 provinsi didukung dinas terkait pada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

"Kementan mengapresiasi dukungan penyuluh pertanian dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia mendukung pengumpulan data Simluhtan," kata Mentan Syahrul.

Menurutnya, data merupakan hal krusial sektor pertanian. Kementan membangun sistem data transparan dan terbuka untuk diperbaiki. Utamanya mengacu pada NIK, yang berperan vital untuk mencegah kesalahan dan tumpang tindih. "Itulah yang membuat penyaluran pupuk subsidi bisa tepat sasaran di atas 94%."

"Kementan juga saat ini memiliki sistem data berbasis IT yang bisa memprediksi waktu dan lokasi panen. Selain itu, kami memiliki laporan manual yang terus jalan. Kami juga menggunakan survei independen. Kami tidak ingin ada kesalahan implementasi. Pertanian dibutuhkan 267 juta orang, jangan sampai terganggu," kata Syahrul.

Data Simluhtan merupakan kristalisasi kerja keras Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) khususnya Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) melakukan verifikasi dan validasi (verval) data Simluhtan.

Verval Simluhtan perdana berlangsung di Provinsi DI Yogyakarta pada 20 Agustus - 5 September 2019. Kapusluh Leli Nuryati didampingi Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan Pusluhtan, I Wayan Ediana memimpin kegiatan Verval didukung para penyuluh dan Admin IT dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) seluruh DIY.

Tim Verval diperkuat Kasubbid Informasi dan Materi Septalina Pradini dan Kasubbid Kelembagaan Petani, Yoyon Haryanto bergerak ke Banten, 17 September - 11 Oktober 2019 dilanjutkan ke Bali, 222 September - 31 Oktober 2019.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi kemudian menetapkan tiga provinsi pelaksana verval perdana yang melibatkan hampir 2.000 penyuluh dan ratusan Admin IT, sebagai role model verval untuk berlanjut ke 31 provinsi lainnya.

"Kegiatan verval Simluhtan sejalan instruksi Mentan Syahrul Yasin Limpo mewujudkan single data pertanian," kata Dedi Nursyamsi di Bali, Kamis (31/10/2019).

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah menggarisbawahi apresiasi Mentan Syahrul pada dukungan penyuluh pertanian dan Admin IT di BPP pada kesuksesan Verval Simluhtan sejak Agustus 2019.

Menurutnya, Simluhtan sebagai Strategi Nasional KPK (Stranas) didukung data valid, akurat, terkini menjadi penentu kebijakan sektor pertanian ke depan seperti penyaluran pupuk bersubsidi. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA