Jaga Ketahanan Pangan & PEN

Reitech Garap Lahan Jagung 2.500 Hektar di Subang

IN
Oleh inilahcom
Senin 31 Agustus 2020
share
Reiner Rahardja (Batik) tengah bersama para petani sesaat setelah peresmian ekspansi lahan jagung PT Reitech Diversifikasi Agro, ekpansi di tengah pandemi ini bertujuan untuk bantu pemerintah memulihkan kondisi ekonomi dan gerakkan daya beli petani.

INILAHCOM, Subang - Demi menjaga ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional (PEN), serta menggeliatkan ekonomi wong kecil, PT Reitech Diversifikasi Agro ekspansi jagung di Subang, Jawa Barat.

Langkah Reitech ini melibatkan petani lokal dan masyarakat yang terdampak pandemi COVID-9 dengan target 2.500 hektar, berfokus kepada komoditas jagung. "Ekspansi di saat pandemi Covid-19 dibutuhkan guna menjaga ketahanan pangan, kepastian pendapatan petani, dan memulihkan ekonomi nasional," kata Reiner Rahardja, CEO PT Reitech Diversifikasi Agro di Subang, Jabar, Sabtu (29/8/2020). .

"Di Indonesia, sektor industri pertanian yang mampu tumbuh secara signifikan, sesuai data Kemenkeu sebesar 16,4%, walaupun kondisi pertumbuhan minus 5,3% pada kuartal dua. Langkah ini, perlu dilakukan swasta sebagai bagian penting dari upaya memulihkan ekonomi nasional. Dari ekspansi 2,500 hektar yang ditarget, sudah terealisasi seluas 300 hektar dalam sebulan terakhir," lanjut Reiner.

Ia menambahkan, ketika pandemi Covid-19, banyak orang yang kehilangan pekerjaan, karena itu, pihaknya melibatkan petani secara massif, dan pekerja non pertanian bisa beralih profesi ke pertanian demi meningkatkan taraf hidup.

"Tiga kunci ketahanan pangan yakni pertanian, peternakan dan perikanan jika digeluti dengan serius maka akan membuat Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dan memaksimalkan potensi Indonesia sebagai Negara kepulauan yang berdaya secara pangan," ujarnya.

Sukses menjalankan bisnis serupa di Banten, Reitech memperluas garapan lahannya bersama petani lokal di Subang dan Indramayu. Langkah ini bukannya tanpa alasan. "Banyak pengusaha peternakan sapi yang membutuhkan pakan dari jagung silase yang dapat meningatkan kualitas dan kuantitas susu dari sapi perah dan kualitas sapi pedaging, market ini kami garap secara serius untuk gerakan pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan nasional," katanya.

Dengan model pemberdayaan terintegrasi dari pertanian ke industry peternakan, kualitas akan dijaga secara signifikan dibawah manajemen yang tepat guna. "Itulah mengapa petani tradisional sering mengalami gagal panen. Atau produknya tidak dibeli karena tidak sesuai dengan yang diinginkan peternak. Nah, kami berupaya menekan gap ini sehingga petani punya penghasilan layak dan ekonomi kerakyatan pun terbangun," katanya.

Melihat dampak pandemi Covid-19 dan turunnya perekonomian nasional, kata dia, program pengembangan usaha yang dilakukan secara mandiri ini, dipantau pemerintah pusat. Dalam kesempatan yang sama, Staf kementerian Keuangan, Lukman Harahap menyatakan, agar terjadi penguatan daya beli di masyarakat, pemerintah pusat memerlukan data bisnis secara riil yang dilakukan swasta. "Kami berharap inisiasi PT Reitech Difersifikasi Agro ini dapat dicontoh oleh perusahaan swasta lainnya di seluruh Indonesia," katanya.

Langkah Reitech ini, sesuai dengan apa yang dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahwa pemerintah sangat mendambakan peran swasta. Seluruh pihak harus solid dalam memajukan perekonomian yang tengah dilanda cobaan berat. "Saya berpesan bahwa setiap orang memiliki peran penting untuk mendukung daya tahan Ekonomi Indonesia, terutama saat diberi ujian. Pemerintah tidak akan berhenti berupaya, walaupun masih ada hambatan-hambatan. Tetapi dengan dukungan setiap lapisan masyarakat Indonesia akan dapat memiliki daya tahan," ungkapnya.

Program pemberdayaan ini menuai reaksi positif dari Gabungan Kelompok Tani setempat. Salah satunya adalah Deden, perwakilan salah satu Gapoktan yang tengah menjalankan program ini . "Saya merasakan adanya antusiasme yang tinggi dari rekan petan, jika sebelumnya para petani di sini hanya menanam dan tak tahu hasilnya akan dijual kemana, kini dengan fokus menanam, hasil panennya sudah ada yang menampung, ini solusi rill tingkatkan ekonomi rakyat," katanya.

Hal senada dikatakan Rasmita, petani yang menerima pemberdayan PT Reitech Diversifikasi Agro, bahwa program ini membuat dirinya bersyukur profesi petani kini dihargai. "Kami merasa dihargai, saya bersemangat dan bangga jadi petani, semoga ini jadi salah satu penguat daya tahan pangan kita ke depan," harapnya. [tar]



# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA