Wasekjen MUI: Terus apa gunanya Kominfo ?

IN
Oleh inilahcom
Rabu 02 September 2020
share
Wasekjen MUI, Ustad Tengku Zulkarnain

INILAHCOM, Jakarta - Wasekjen MUI, Ustad Tengku Zulkarnain, mempertanyakan tugas daripada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kantor Staf Presiden (KSP), humas, dan para staf ahli pemerintahan.

Hal ini disampaikan Ustad Tengku, menyikapi besaran anggaran belanja pemerintah pusat menggandeng influencer guna mensosialisasikan kebijakan. Karena total anggaran belanja aktivitas melibatkan influencer dikabarkan mencapai Rp90,45 miliar.


"Untuk bayar Buzzers saja sampai 90 milyar. Belum lagi uang untuk biaya pelatihan Buzzers juga milyaran. Terus apa gunanya Kominfo, Humas, KSP, Staf Ahli dll..? Apa mereka semua tidak bisa kerja? Atau memang mau bagi bagi duit? Atau kinerja memang jeblok blok? Hanya Tuhan yg tahu," tulis akun Twitter @ustadtengkuzul, dikutip Rabu (2/9/2020).


Sebelumnya, ada temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal besarnya anggaran belanja pemerintah pusat menggandeng influencer guna mensosialisasikan kebijakan. Bahkan total anggaran belanja aktivitas melibatkan influencer hingga saat ini mencapai Rp90,45 miliar.

Angka tersebut didapat dari hasil penelusuran ICW pada situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sejumlah kementerian dan lembaga pada periode 2014 hingga 2018.

Dimana, ICW menyampaikan aktivitas melibatkan influencer baru muncul pada 2017 dan berkembang hingga 2020 dengan total paket pengadaan sebanyak 40 sejak 2017-2020.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA