Lampung Tengah Anggarkan WiFi Bagi BPP KostraTani

IN
Oleh inilahcom
Jumat 04 September 2020
share
Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto (kiri) dan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi serta Kabid Pusluhtan, Joko Samiyono (kiri belakang) - (Foto: Pusluhtan BPPSDMP)

INILAHCOM, Gunung Sugih - Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) mengalokasikan anggaran rutin koneksi internet nirkabel (wireless fidelity/WiFi) bagi kepentingan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk menunjang penyuluh mengawal dan mendampingi petani.

Perhatian Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto pada kepentingan sektor pertanian melalui anggaran WiFi, membuat Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi berdecak kagum, yang disebutnya, "bukan dukungan basa-basi."

"Bupati Lamteng luar biasa. Support-nya bukan basa-basi. Buktinya ada anggaran bantuan untuk WiFi. Itu penting untuk KostraTani, untuk kepentingan teknologi informasi atau IT," kata Dedi Nursyamsi saat peluncuran BPP Model KostraTani di BPP Gunungsugih, Kamis (3/9/2020).

Menurutnya, dukungan tersebut membuatnya kian yakin pada keberhasilan pembangunan pertanian Lamteng, khususnya eksistensi BPP Gunungsugih melaksanakan tugas, fungsi dan peran sebagai KostraTani.

"BPP Gunung Sugih dapat menjadi model BPP KostraTani di Lampung bahkan wilayah lain, karena telah menjalankan fungsi KostraTani," kata Dedi Nursyamsi didampingi Kepala Dinas Pertanian Lamteng, Khresna Rajasa.

Bupati Loekman Djoyosoemarto menyambut baik serta mendukung gerakan KostraTani, karena sejalan dengan semangat pembangunan pertanian Lamteng.

"KostraTani bagus dan sejalan dengan kita. Selama ini komponen pertanian kita genjot dengan semangat," kata Bupati Loekman saat menerima Dedi Nursyamsi beserta rombongan dari BPPSDMP Kementan, di antaranya Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan - Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP) Joko Samiyono.

Menurut Bupati Loekman, selain petani maka Pemkab Lamteng juga mendukung kelompok wanita tani (KWT). Saat ini, pemkab telah mengembangkan sembilan pasar untuk KWT dari 28 kecamatan di Lamteng.

Dia apresiasi Kementerian Pertanian mengembangkan gerakan KostraTani yang digagas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, membangun dari tingkat kecamatan sebagai tempat pembangunan pertanian. "Itu bagus. Kalau pembangunan mulai dari kecamatan, berarti kepentingan petani lebih dekat."

Bupati Loekman memastikan dukungan pemkab bagi sektor pertanian, karena 70% penduduk Lamteng mata pencahariannya adalah bertani, sehingga titik tolak program pembangunan pemkab menyejahterakan petani.

Produktivitas pertanian Lamteng pun menjadi perhatian Dedi Nursyamsi, khususnya produksi tujuh ton gabah kering panen (GKP) per hektare dari sawah tadah hujan.

"Itu dari sawah tadah hujan. Bayangkan kalau di daerah irigasi. Pasti lebih keren. Ini berkat peran semua pihak di pertanian. Kita harapkan tahun depan bisa meningkat jadi delapan ton per hektare," kata Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, keberhasilan pertanian Lamteng sejalan dengan instruksi Mentan Syahrul bahwa pertanian tidak boleh berhenti, maka KostraTani hadir memaksimalkan kinerja petani didampingi penyuluh.

"Kehadiran Kostratani harus bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan produksi pertanian. Petani bisa mendapat data dan informasi, konsultasi, belajar memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan dalam meningkatkan produktivitas," kata Mentan. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA