Penjaga Warkop Babak Belur Dipukul 40 Pendekar

IN
Oleh inilahcom
Jumat 04 September 2020
share
 

INILAHCOM, Sidoarjo - Pranoto (21) penjaga warung kopi (warkop) dekat rel kereta api Kelurahan Ngelom Kec. Taman Sidoarjo, dihajar oleh puluhan oknum pendekar yang melintas arak-arak depan warungnya.

Para oknum itu tak hanya menganiaya korban namun juga merusak warung tempat kerjanya. Akibat pengeroyokan itu, korban harus dirawat di RS Siti Khodijah Sepanjang.

Kapolsek Taman Kompol Hery Setyo Susanto membenarkan adanya aksi anarkis yang dilakukan oleh sekelompok oknum pendekar saat melintas di Jalan Raya Ngelom.

Karena luka parah korban dilarikan ke RS Siti Khodijah Sepanjang. Dan perkara ini sekarang dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Taman.

"Perkara pengeroyokan dan perusakan dilakukan oleh sekitar 40 orang pendekar itu, sekarang dalam penyelidikan," katanya Kamis (3/9/2020).

Dia menjelaskan, peristiwa pengeroyokan dan pengerusakan itu terjadi Kamis, (3/9/2020) sekitar pukul 04.00 Wib. Saat itu anggota sedang melakukan giat patroli rutin dan mendapatkan informasi dari masyarakat via telpon.

Dilaporkan ada rombongan anggota pendekar pulang dari acara pengesahan warga baru di Desa Cangkir Kec. Driyorejo Kab. Gresik. Rombongan pendekar itu melintas di Jalan Raya Ngelom Taman dengan jumlah sekitar 40 orang.

Sesampai di TKP, tiba-tiba beberapa orang masuk warung kopi tersebut. Tanpa diketahui penyebabnya, para pendekar yang memakai seragam perguruan silat itu langsung memukuli penjaga warung.


Selain merusak perabotan mulai meja dan lainnya di warung, puluhan pendekar itu juga memukuli penjaga warkop dengan menggunakan keramik dan batu bata putih secara membabi buta. "Penjaga warung dianiaya sampai terkapar tak berdaya," ungkapnya.

Setelah melakukan pengeroyokan dan pengerusakan, para pendekar kabur, meninggalkan warung kopi menuju arah selatan. Saat mendatangi TKP, anggota kepolisian mendapati meja kopi yang ada, berantakan.

Sedangkan korban mengalami luka pada bibir, bahu dan tidak sadarkan diri. Selanjutnya petugas langsung melarikan korban ke RS Siti Khotijah Taman.

Muchlis warga sekitar menilai ini adalah aksi anarkis kesekian kali yang dilakukan oleh para pendekar di bulan Muharram atau bulan Suro, dalam kalender Jawa, di wilayah Sidoarjo.

Dan sampai saat ini tidak ada pihak- pihak yang berani bertanggungjawab, atas aksi anarkis tanpa ada sebab tetsebut. Akibat perbuatan yang melawan hukum itu, keluarga korban tentunya harus menanggung biaya pengobatan sendiri.

"Kami meminta pihak-pihak terkait harus bertanggungjawab atas peristiwa ini dan aparat penegak hukum harus bertindak tidak boleh membiarkan perbuatan keji yang dilakukan para oknum pendekar itu. Jika tidak ada tindakan, pastinya mereka akan berulah lagi karena merasa tidak ada yang berani menindak," tutup dia. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA