Kasus Djoko Tjandra

Kapolri Didesak Segera Tahan Tommy Sumardi

IN
Oleh inilahcom
Jumat 04 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - DPP Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB), KNPI dan 12 Ormas dan Pimpinan Organisasi Kepemudaan Nasional melakukan aksi damai di depan Mabes Polri Jl Trunojoyo Jakarta Selatan.

Kordinator Aksi yang dipimpin Lisman Hasibuan mewakili DPP Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) menyatakan bahwa aksi ini demi tegaknya hukum dan keadilan.

Menurut dia, publik sudah mengetahui bahwa terkait kasus hukum yang menjerat terpidana kasus bank Bali yang telah buron selama 8 tahun telah merugikan negara triliunan rupiah. Ada beberapa orang yang terlibat yakni 2 orang jenderal polisi aktif dan seorang pengusaha kakap yang diduga sebagai otak lolosnya Djoko Chandra keluar negeri.

Namun dari keempat tersangka, hanya 2 orang yang ditahan kepolisian sementara Tommy Sumardi sampai saat ini masih bebas menghirup udara segar di luar.

"Makanya kami desak Kapolri agar segera tahan tersangka TS lagi demi tegaknya hukum dan keadilan di negeri ini, hukum jangan tebang pilih, apalagi kami duga kuat Tommy Sumardi alias TS inilah otak lolosnya tersangka Djoko Candra ke luar negeri karena dihapusnya red notice di kepolisian," ujar Lisman saat aksi di Mabes Polri (4/9/2020).

Selain Lisman, hadir juga yang mewakili DPP KNPI, Ahmad Fauzi yang ikut aksi tersebut, A. Fauzi meminta Kapolri harus tegas menegakkan persamaan hukum bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali apakah dia Pengusaha kakap atau Jenderal, hukum dan keadilan harus tegak.

"Makanya kita desak Kapolri tahan dan tangkap TS segera agar terbuka kotak pandora di negeri ini, kami meyakini kuat dugaan jika TS ini ditahan akan banyak kasus kasus lain yang bisa menjerat," katanya.

Joko Priyoski selaku Kornas Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) juga sangat menyesalkan adanya perlakuan khusus yang diberikan pada TS ini. "Terlihat jelas keberpihakan hukum di negeri yang katanya negara hukum ini, ada 4 tersangka, kok bisa ya 2 ditahan sedangkan yang 2 lagi masih bebas berkeliaran" ujar mantan Ketum Pemuda LIRA ini

Sementara Anshar Ilo selaku Ketum solidaritas Merah Putih (SMP) dalam orasinya di depan Mabes Polri tegas meminta agar Kapolri segera menindaklanjuti desakan para pimpinan OKP ini.

"Jika Pak Kapolri tidak segera menahan tersangka kasus red notice Djoko Chandra ini, maka kami pastikan kami akan terus bergerak bahkan akan meminta Pak Jokowi copot Kapolri karena diduga kuat ikut konspirasi melindungi kedua orang ini," ujar Putra Bugis Makassar ini.

Aksi di depan Mabes Polri ini dihadiri para aktifis dan masyarakat sipil diantaranya DPP PEKAT IB, DPP KNPI, DPP Bangkit Pemuda Indonesia (BPI), Pemuda Pelopor Kedaulatan Bangsa (PPKB), DPP Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kamtibmas (PPMK), Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KOMPAK), DPP Solidaritas Merah Putih (SMP) dan Lembaga Informasi Masyarakat (LIM), Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (KAMPI). [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA