Waspada Hoaks Bakal Subur Jelang Pilkada 2020

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 05 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meminta masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos) ditengah Pandemi Virus corona dan menjelang pilkada. pasalnya medsos sangat rawan dengan penyebaran berita bohong (hoak) dan ujaran kebencian.

Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (Amsi), Wenseslaus Manggut mengatakan berita bohong dan ujaran kebencian selalu menumpang dengan peristiwa besar seperti pilkada dan pandemi virus corona.

"Hoak dan hate speech itu pasti dimaenkan, karena keduanya itu hakekatnya numpang pada gelombang (peristiwa besar). nah gelombang raksasa itu kan pandemi, kemudian datang lagi pilkada," katanya kepada wartawan, Sabtu (5/9/2020).

Wenseslaus menuturkan di masa pilkada ditengah pandemi virus corona akan lebih rawan penyebaran berita bohong di media sosial, hal itu dikarenakan intrumen kampanye pilkada di daerah hampir seluruhnya menggunakan media sosial.

"Ini mau engga mau, instrumen kampanye didaerah itu menggunakan media sosial, akibatnya saling serang di medsos itu tidak terhindarkan, nah problemnya kaya di daerah itu ibarat kalau hoak itu sampah digital dan yang nyuci itu engga ada, kalau di pusat mungkin itu banyak yah banyak media-media besar seperti tv, media online ada bersihin. tapi kalo di daerah ini hampir engga ada yang berseihin, nah ini yang menjadi subur di daerah, apalagi musim pilkada," ungkapnya.

Agar terhindar dari berita yang menyesatkan, Wenseslaus melanjutkan pihaknya meminta masyarakat agar memilah informasi dari sumber resmi yang dapat dipertanggung jawabkan.

"Untuk hindari itu, masyarakat pada saat membaca informasi pastikan dari sumber yang resmi, informasi yang resmi, agar tidak bingung mencari rujukan," tegasnya.

Selain itu, platform medsos harus berperan aktif dalam menyeleksi informasi yang mengandung ujaran kebencian dan hoak.

"Kritik kita ke regulasi, bahwa UU (UU ITE) ini hanya mengatur "penumpang" (pengguna medos). bukan mengatur perusahaan medsos nya yang mengatur penumpang medsos nya," tutupnya. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA