Isu Reshuffle Mengemuka, Tagar #erickout Juara

IN
Oleh inilahcom
Senin 07 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Linimasa platform media sosial Twitter kembali ramai dengan tagar yang menyorot kinerja Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Menteri ini dinilai layak reshuffle.

Cuitan-cuitan bertagar #erickout itu meminta sang menteri diganti. Bahkan tagar #erickout sempat puluhan menit ada di No 1 trending topik Indonesia, dan No 2 di getdaytrend

Berdasarkan pantauan Senin siang (7/9/2020), tagar #erickout menempati posisi satu dalam daftar "Trending in Indonesia" atau topik yang menjadi tren di Indonesia. Kebanyakan mereka mengunggah poster yang bernuansa penolakan bagi Erick.

Poster yang paling banyak diunggah bertajuk meme link2 berita soal janji janji Erick Thohir dalam penanganan covid, janji tidak PHK BUMN, soal rangkap jabatan, BUMN sarang kadrun, kegagalan erick memimpin Satgas Covid 19. Setidaknya poster tersebut dicuitkan oleh ratusan akun antara lain: @kabinethijau; @ningdijah; @kocak; @rotbak; @jokopekikbanten; @akew45; @sukardiansyah; @markonah; @cesar98; @matjibrut; @julius13; @matapanah; @gadismerak

Akun @kabinethijau, misalnya, mentweet "Jadi apa saja kerjamu Ketua Sargas PEN dan Satgas Covid. #erickout. Sambil menyertakan meme riset bank dunia dll." Tak kalah sadisnya, akun @akew45 mentweet "Jangan Sampai perekonomian hancur. Segerakan #erickout dari BUMN.

Sementara, Ketua Forum Jurnalis Jakarta, Akhmad Yuslizar mengatakan, tagar #erickout merupakan reaksi kemarahan rakyat akibat mundurnya perekonomian, menguatnya ancaman resesi, wabah PHK dan pandemi COVID-19 yang tak berujung. "Menteri BUMN sebagai pemimpin Satgas PEN dan Covid telah gagal. Lihat saja, pandemi COVID-19 malah meningkat,' kata Yos, sapaan akrab pria berdarah Lampung ini.

Kata Yos, kemampuan Erick lebih hanya sekedar lips service, alias janji surga tanpa bukti. banyak berjanji daripada menepati janjjnya. Pernyataan ya soal vaksin corona beberapa kali berbenturan. Termasuk dengan WHO. "Wajar klo reaksi keras sampai membuat tagar yang akhirnya jadi TTI," katanya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA