Digaji Rp6 Juta Septian Lemas Usai Tahu Kerjaannya

IN
Oleh inilahcom
Kamis 10 September 2020
share
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Tiga orang ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Rabu (9/9/2020). Mereka tak menyangka jika barang yang mereka kirim adalah narkoba jenis sabu-sabu.

Menurut Septian (24) penjaga ruko dua lantai di Jalan Gunung Anyar Tambak, dirinya digaji 6 juta untuk jaga ruko dan kirim magnesium cilate EDTA mg 6% vitamin tanaman.

Tanpa curiga jika magnesium berisi narkoba jenis sabu, pemuda asal Kabupaten Ungaran ini pun mengantarkan 8-10 kg bungus. Selama tiga bulan, ia sudah mengirimkan 11 kali sabu ke beberapa orang di kawasan Rungkut, Surabaya. Tercatat ada 182 kotak magnesium cilate asli dan 8 kotak magnesium berisi sabu-sabu sekitar 8 kg.

"Saya baru 3 bulan kerja dan gak tahu kalau sabu. Saya digaji per bulan Rp 6 juta dan totalnya sudah ngirim 11 kali. Rata-rata 8 plastik magnesium cilate EDTA ada juga yang 10 plastik," jelasnya.


Selain Septian, petugas juga mengamankan dua lelaki yang berteman yang pernah sama bekerja di Malaysia. Kedua orang tersebut yakni Suwoto (50) asal Jember dan Ridwan (32) asal Sampang, Pulau Madura. Keduanya mengaku jika akan mengirimkan narkoba jenis sabu ini.

Bagi Ridwan, dirinya hanya disuruh mengambil spiker atau pengeras suara. Hanya saja dirinya juga mengaku bahwa barang pengeras suara itu ada obat terlarang. Karena mengaku terdesak kebutuhan dan ingin berangkat ke Malaysia lagi, ayah 3 anak ini pun menerima penawaran uang Rp 30 juta sekali kirim barang haram itu.

"Saya hanya tahu jika disuruh ambil spiker yang berisi barang haram dengan imbalan Rp 30 juta. Karena pak Suwoto dari Jember mau ke Sampang, maka saya numpang dan bawa spiker naik mobil dia (Suwoto.red)," ucap Ridwan.


"Jadi pak Suwoto ini gak tahu apa-apa dan dia hanya saya mintai tolong saja. Dia (Suwoto.red) gak ikut jaringan seperti saya," tandasnya.

Brigjen Pol bambang Priyambhodo, Kepala BNNP Jatim menjelaskan, petugas mendapati adanya laporan dari warga Sampang jika ada peredaran narkoba. Menurut informasi, pelaku memakai modus perdagangan dan pengiriman vitamin buat tanaman.

"Benar setelah kita selidiki ada dugaan gudang penyimpanan narkoba. Bahkan diduga narkoba ini dikirim oleh kurir dari Malaysia ke Surabaya. Pelaku memakai modus oengisiman import bahan tanaman. Tapi berisi narkoba jenis Sabu," pungkasnya. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA