DPR: Jangan Grusa-grusu PSBB DKI, Hitung Dampaknya

IN
Oleh inilahcom
Kamis 10 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Rencana Gubernur DKI Anies Baswedan memberlakukan PSBB total mulai Senin (14/9/2020), dipastikan berdampak kepada perekonomian nasional.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Muhidin M Said menyatakan, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota perlu dikordinasikan lebih lanjut dengan otoritas terkait di pusat.

Kordinasi ini, kata anggota Komisi XI DPR ini, sangat penting untuk menyelaraskan upaya penanganan pandemi COVID-19 dengan program pemulihan ekonomi nasional (PEN), karena DKI Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis dalam perekonomian nasional.

"Secara kewilayahan, kontribusi DKI Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional paling besar, sekitar 18%. Selain itu, DKI Jakarta merupakan pusat keuangan nasional, sehingga jika terdapat sentimen negatif di ibu kota dapat berdampak luas kepada kegiatan ekonomi di seluruh Indonesia," papar Muhidin dalam rilis kepada media di Jakarta, Kamis (11/9/2020).

"Ini terbukti dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca pengumuman PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta," ungkap politisi senior Partai Golkar ini.

Mengingat strategisnya posisi DKI Jakarta, lanjut Muhidin, maka keputusan-keputusan seperti pemberlakuan PSBB, semestinya dilakukan dengan lebih bijaksana. Jika alasan perlunya PSBB, karena kapasitas fasilitas kesehatan yang terancam tidak bisa menampung lonjakan pasien COBID-19, maka dicarikan solusi alternatif. "Bisa dengan menambah fasilitasnya. Anggaran untuk menambah fasilitas kesehatan itu juga tersedia. Kami di Banggar DPR, selalu mendukung segala upaya pemerintah terkait anggaran kesehatan untuk penanganan pandemi," tegas Muhidin.

Pada prinsipnya, kata Muhidin, segala kebijakan alangkah baiknya jika tidak dilakukan secara mendadak. Karena, setiap stakeholder membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri. Apalagi, jika kebijakan yang berkaitan erat dengan perekonomian, harus diantisipasi reaksi pasar yang ditimbulkan.

"Apalagi di pasar keuangan, selain faktor fundamental, faktor sentimen juga sangat berpengaruh pada confidence pasar. Jangan sampai upaya-upaya kita untuk meningkatkan dan menjaga confidence masyarakat dan dunia usaha, menjadi sia-sia. Karena suatu kebijakan yang dadakan. Ingat, PSBB DKI berdampak kepada perekonomian nasional," ungkapnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA