Pidato di Kampus UPI Bandung

Sandi Bakar Semangat 600 Mahasiswa Jadi Pengusaha

IN
Oleh inilahcom
Jumat 11 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Sandiaga Salahudin Uno melihat adanya harapan kebangkitan ekonomi lokal di Indonesia, khususnya di tengah pandemi yang melanda dunia.

Oleh karena itu, usahawan kecil menengah atau yang biasa disebut UMKM adalah agen kebangkitan Indonesia dari keterpurukan ekonomi yang akan terjadi.

Menurut Sandi, sapaan akrab Sandiaga Uno, di tengah pandemi COVID-19 yang melanda dunia, khususnya Indonesia maka pihaknya mengingnkan masyarakat janganlah putus asa.

Dia mengajak masyarakat untuk kembali menggeliatkan ekonomi masyarakat di tengah segala keterbatasan imbas pandemi Covid-19. "Yuk saatnya kita bangkitkan lagi usaha-usaha masyarakat, ciptakan kembali peluang usaha dan lapangan kerja saat beban biaya hidup yang meningkat di masa pandemi Covid-19 ini," kata Sandi dalam Webinar yang digelar dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Selasa (8/9/2020).

Ancaman resesi ekonomi di Indonesia, kata dia, banyak masyarakat yang mulai khawatir. Terutama dialami keluarga yang berada di garis kemiskinan, termasuk sektor Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM). Karena, UMKM yang akan terkena dampak paling parah dalam pandemi ini.

Sandi menilai, fakta tersebut merupakan sebuah pesan konkret untuk pemerintah. Diharapkan, pemerintah dan masyarakat bergotong royong dalam mengatasi kesulitan di tengah pandemi. Dan, seluruh pemangku kebijakan dapat menangkap pesan tersebut dengan memberikan solusi ekonomi yang bisa langsung dirasakan masyarakat.

"Semoga para elite dan yang sekarang memegang kebijakan bisa menangkap dan fokus bagaimana paramater ekonomi ini bisa diatasi, di samping kesehatan harus terus kita lakukan untuk memutus mata rantai (penularan Covid-19)," ujarnya.

Sandi menegaskan, entrepreneurship adalah solusi bangsa. Karena, 99% perekonomian digerakkan UMKM. Dan, sebanyak 97,3% lapangan kerja diserap UMKM, 60% PDB disumbang oleh UMKM. "UKM Entrepreneur Tertinggal dari negara tetangga di ASEAN, Singapura 7%, Malaysia 6%, dan Thailand 5% penduduknya jadi entrepreneur," tukasnya

Menurut Sandi, peran kaum wirausaha sebagai agen perubahan dan kebangkitan ekonomi harus dibangkitkan. Mereka harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahaya Covid-19. Tak hanya itu kehadiran para usahawan membawa aura positif saat pandemi ini yang akan membawa perubahan yang baru.

"Peran mereka adalah sebagai agen perubahan, bukan hanya untuk ekonomi Indonesia, tetapi juga perannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, jangan meremehkan Covid-19. Jadi mereka sebagai agen perubahan yang membawa sebuah hal yang baru," tegasnya.

Menurut Sandi, mengembalikan perekonomian Indonesia ke zona positif, saat ini bukan hanya tugas pemerintah saja. Namun, seluruh lapisan pelaku ekonomi termasuk kaum milenial yang bergerak dalam bidang itu. "Kalau kita bersama atasi, maka ekonomi kita akan kembali terlahir yang baru, mungkin tidak akan mengkonsumsi seperti dulu lagi, berubah menjadi lebih baik lagi lepas dari pandemi Covid-19," tegasnya.

Anggota Komisi XI DPR yang juga Founder KAHMIPreneur, Kamarussamad menegaskan, pemulihan ekonomi belum terdelivery melalui kebijakan. Di mana, sektor UMKM saat pandemi COVID-19 sangat membutuhkan kelonggaran atau relaksasi akses permodalan. Karena, butuh perhatian lebih untuk kembali bisa memulihkan ekonomi melalui penguatan sektor UMKM.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh mencapai 96,99%97,22% dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta, atau sekitar 98% dari pelaku usaha nasional. Pemerintah sejak awal pandemi telah menempatkan UMKM sebagai prioritas utama penerima manfaat dalam pemulihan ekonomi nasional. UMKM memang merupakan sektor yang paling terpukul oleh dampak pandemi Covid-19.

Untuk itu, solusi yang paling tepat adalah mengembangkan e-comerce. Menurutnya, hingga saat ini ada 175,4 juta pengguna internet. Selain itu ada 338,2 juta pengguna smartphone aktif yang terdaftar.

Kamrussamad juga mendapatkan data bahwa ada 160 juta orang yang aktif di media sosial (medsos). "Untuk menjadi negara maju, prosentase pengusaha di Indonesia adalah 14% dari total penduduk Indonesia berdasar PDB. Kita membutuhkan empat juta wirausaha baru untuk mendorong penguatan ekonomi," tegas dalam rilis, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Saat ini rasio wirausaha Indonesia masih sekitar 3, 1% dari total populasi penduduk. Jadi, masih sangat minim sekali porsinya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA