KostraTani di Pantura

Pemalang dan Pekalongan Koneksi AWR

IN
Oleh inilahcom
Jumat 11 September 2020
share
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi - (Foto: Pusluhtan BPPSDMP)

INILAHCOM, Pemalang - Setelah Kabupaten Brebes dan Tegal, gugus tugas Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) menapaki Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah bagian barat, khususnya Kabupaten Pemalang dan Pekalongan.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Pemalang dan Pekalongan telah mendapat ID Password ke Agriculture War Room (AWR) setelah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan) menilai petani dan penyuluhnya melaporkan kinerja ke aplikasi laporan utama Kementan pada laman http://laporanutama.pertanian.go.id

BPP Model KostraTani untuk Pemalang adalah BPP Pemalang dan BPP Ampelgading, sementara di Pekalongan adalah BPP Kedungwuni yang akan mengusung pembangunan pertanian berbasis digital, untuk mendorong akselerasi produktivitas pertanian dari hulu ke hilir yang bermuara pada kesejahteraan petani.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa untuk bergabung pada gugus tugas gerakan KostraTani tidaklah rumit. Syaratnya? BPP memiliki akses internet via operator wireless fidelity (WiFi) atau provider seluler berkekuatan fourth generation (4G).

"Jaringan internet BPP terhubung ke AWR Kementan di Jakarta, kantor pusat Kementan di kawasan Ragunan. Sejak diluncurkan Februari 2020, AWR menjadi pusat data sekaligus pengendali pembangunan pertanian nasional berbasis digital," kata Dedi Nursyamsi saat mengunjungi kantor BPP Pemalang di Pemalang, Kamis (10/9) didampingi Samhudi, Koordinator BPP Pemalang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengingatkan pertanian masa depan mengedepankan komunikasi dan koordinasi digital, untuk mendukung efektivitas dan efisiensi produksi pertanian.

"Digitalisasi pertanian kebutuhan utama untuk mendorong akselerasi produktivitas pertanian secara menyeluruh. Kualitas dan kuantitas harus didukung kecepatan untuk memenangkan persaingan pasar. Fitur-fitur Kostratani lengkap untuk menjawabnya," kata Mentan Syahrul.

Dedi Nursyamsi menambahkan, dengan kecanggihan sistemnya maka AWR Kementan mampu memantau kondisi pertanian terkini dan ter-update hingga level kecamatan dan pedesaan di seluruh pelosok Tanah Air.

Samhudi mengapresiasi dukungan Kementan, seraya berharap dukungan rehabilitasi fisik BPP plus teknologi informasi (IT) beserta pelatihan kepada petani dan penyuluh, untuk peningkatan produksi dan produktivitas.

Komitmen serupa dikemukakan Akbar Sumito selaku Koordinator BPP Ampelgading di Pemalang tentang kesiapan KostraTani di Kecamatan Ampelgading, khusus pendampingan dan pengawalan petani mendukung kebijakan dan program pemerintah pusat.

"Potensi pertanian di Ampelgading sangat besar seperti padi, kacang tanah dan mangga, namun kami butuh dukungan IT untuk mengakses pasar," kata Akbar Sumito.

Dedi Nursyamsi mengakui potensi Pemalang luar biasa. Total luas lahan pertanian sekitar 1,11 juta hektare terbagi atas persawahan 363 ribu hektare dan 751 ribu hektare nonsawah. Komoditas unggulannya padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar.

Kunjungan ke Pekalongan, Dedi Nursyamsi disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer mewakili Bupati Asib Kholbihi.

"Kami menyambut baik Kostratani. Siap sinergi dengan Kementan untuk memajukan pertanian Pekalongan. Pertanian adalah sektor andalan Pekalongan. Pertanian akan terus didukung tanpa meninggalkan fungsi lain," kata Sekda Mukaromah S di Pekalongan, Kamis (10/9/2020).

Profil pertanian Pekalongan menjanjikan. Wilayahnya terbagi 19 Kecamatan dan 272 Desa. Jumlah petani aktif sekitar 93.627 orang dan 4.626 peternak. Komoditas andalannya padi, jagung, kedelai, durian, manggis, kesemek, tebu, teh, kelapa dan kopi. Produksi manggis bahkan sudah memiliki slot ekspor.

"Mayoritas bertani. Ada juga industri. Di sini ada banyak sekali industri garmen. Terus tumbuh. Terkait kondisi ini, kami memiliki aturan RT/RW (rencana tata ruang wilayah) yang jelas. Kami proteksi keberadaan lahan dan luasnya agar tidak alih fungsi," kata Mukaromah.

Menurutnya, Pekalongan sudah melakukan proteksi aset pertanian, membagi fungsi lahan berdasarkan peruntukan pertanian dan industri menurut wilayah. Penetapan RT/RW bahkan sudah dievaluasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

"Rapor pertanian sejauh ini bagus. Dengan Kostratani, produktivitas pertanian Pekalongan dan Pemalang akan naik signifikan. Sebab Kementan juga menguatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan penyempurnaan sarana prasarana KostraTani," kata Dedi Nursyamsi. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA